Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sejumlah Musytasyar Beri Masukan kepada Pengurus Harian NU Pragaan Sumenep

Sejumlah Musytasyar Beri Masukan kepada Pengurus Harian NU Pragaan Sumenep
KH Abd Hayyi Syafii selaku Mustasyar MWCNU Pragaan memberikan nasihat kepada jajaran pengurus harian. (Foto: NOJ/Firdausi)
KH Abd Hayyi Syafii selaku Mustasyar MWCNU Pragaan memberikan nasihat kepada jajaran pengurus harian. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Akhir Ramadlan tidak menyurutkan semangat Nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat ukhuwah an-Nadhliyah. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan silaturahim  kepada segenap ulama yang ada di desa demi menggerakkan jamiyah dan jamaah. 


Hal ini dilakukan oleh jajaran pengurus harian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan Sumenep. Tujuannya demi meningkatkan komunikasi dan konsolidasi antara pengurus tanfidziyah dengan syuriyah, serta antara pengurus tanfidziyah dengan mustasyar.

 

"Kami perintahkan kepada pengurus harian untuk sering-sering berkunjung ke kediaman mustasyar NU serta memperkenalkan diri dan meminta nasihat tentang jalannya roda kepengurusan," kata KH A Junaidi Mu'arif, Sabtu (23/5).

 

Ketua MWCNU Pragaan tersebut meminta kepada sekretaris untuk menggandakan SK kepengurusan dan buku pedoman tata kerja hubungan pengurus yang sudah dirancang bersama berdasarkan hasil konferensi.

 

"Kami meminta kepada Kiai Hambali, Gus Fatihul Abror, dan Gus Firdausi untuk mengantarkan SK dan buku pedoman ini kepada mustasyar sekaligus kalian ngaji kepadanya," ungkap Kiai Junaidi.

 

Sesuai SK yang diterbitkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, ada 9 masyaikh yang akan dikunjungi, namun ada juga di antara mustasyar yang meninggal dunia.

 

"Almarhumah KH Maimun Busthomi wafat, setelah SK ini terbit. Jadi wajar, jika nama beliau tercantum dalam SK ini," terang Kiai Hambali Makhtum selaku Sekretaris MWCNU Pragaan.

 

Kunjungan pengurus harian MWCNU Pragaan kali ini menemui sejumlah mustasyar di antaranya KH Aminuddin Jazuli, KH Maimun Mannan dan lainnya di kediaman masing-masing. Kedatangan pengurus harian disambut dengan memberikan masukan, motivasi, dan nasihat kepada pengurus harian yang didominasi oleh kalangan muda.

 

"Dalam perspektif sejarah dan saat kami pertama kali tahu tentang NU, jamiyah ini bisa berdiri di tengah keberagaman. Toleransinya luar biasa kepada segenap bangsa, hingga membuat sejuk dan tidak menyebabkan pertikaian antar sesama bangsa,” kata KH Aminuddin Jazuli. 

 

Berdasarkan sejarah berdirinya pada 94 tahun silam, NU terus menjaga perannya sebagai penjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dirinya juga menegaskan bahwa NU sejak dulu berkiprah nyata dalam menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan merebut kemerdekaan Indonesia.

 

Di kesempatan berbeda, KH Maimun Mannan selaku Mustasyar MWCNU Pragaan menyarankan untuk merapatkan barisan antarsesama pengurus.

 

"Perbanyak pertemuan atau konsolidasi antarsesama pengurus, agar kuat dan solid, sehingga memberi contoh kepada lembaga, ranting, dan badan otonom," pintanya.

 

Sedangkan KH Abd Hayyi Syafi'ie yang disowani oleh pengurus memberikan wejangan dalam berkhidmat di NU. Bahwa pengabdian dan perjuangan yang lakukan adalah ibadah. 

 

“Dasarnya adalah ikhlas. Walaupun kegiatannya sederhana, yang diharapkan hanya ganjaran dan membesarkan Islam ala thariqati Ahlusunnah wal Jamaah an-Nadhliyah," katanya.

 

Dirinya berharap, apa yang dilakukan pengurus dicatat dan dikumpulkan kelak di akhirat bersama para ulama NU seperti Syaikhana Khalil dan KH M Hasyim Asy'ari.

 

"Sekarang keaswajahan di Pragaan kuat. Saat ini jika kami tanyakan kepada warga Muhammadiyah tentang Maulid Nabi yang katanya bid'ah, sekarang berbarubah 100 persen, dimana mereka juga ikut serta bersama Nahdliyin untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW," ungkapnya sambil tersenyum penuh makna.

 

Kontributor: Firdausi
Editor: Syaifullah
 

Iklan promosi NU Online Jatim