Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sejumlah Problematika di Tanah Air jadi Perhatian Munas-Konbes NU 

Sejumlah Problematika di Tanah Air jadi Perhatian Munas-Konbes NU 
KH Ahmad Ishomuddin dan Savic Ali saat jumpa pers Munas dan Konbes NU 2021. (Foto: NOJ/Ibnu Nawawi)
KH Ahmad Ishomuddin dan Savic Ali saat jumpa pers Munas dan Konbes NU 2021. (Foto: NOJ/Ibnu Nawawi)

Surabaya, NU Online Jatim
Hajatan tertinggi bagi permusyawaratan di Nahdlatul Ulama di bawah mukmatar segera digelar Sabu hingga Ahad (25-26/09/2021). Kegiatan dimaksud adalah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) diselenggarakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Problematika  dalam negeri menjadi perhatian para ulama, kiai dan aktivis NU pada sidang tersebut.

 

“Munas Alim Ulama dan Konbes NU diharapkan menhasilkan keputuisan strategis dan menjawab masalah kebutuhan umat dan bangsa,” kata KH Ahmad Ishomuddin, Kamis (23/09/2021).

 

Penjelasan disampaikan kiai yang juga sebagai steering committee kegiatan Munas-Konbes NU 2021 kepada sejumlah insan media secara online. Karena selama permusyawaratan ini, berbagai masalah dibicarakan, baik yang menyangkut kebijakan organisasi dan respons  atas permasalahan keumatan dan kenegaraan. 

 

“Sebagaimana tercantum dalam draf materi, bidang-bidang yang menjadi pembahasan antara lain adalah tentang kesehatan, polhukam (politik, hukum, dan keamanan), pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat (kesra). Pembahasan tersebut akan menghasilkan sejumlah butir rekomendasi dari setiap bidang dan ditujukan kepada pemerintah,” jelasnya.

 

Kiai asal Lampung ini mengemukakan bahwa di bidang kesehatan, forum akan membahas persoalan dari sisi hulu, tengah, dan hilir.

 

“Yaitu mulai dari sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan, proses vaksinasi massal, hingga pentingnya pembenahan sistem kesehatan nasional,” terangnya yang didampingi Savic Ali dari NU Online

 

Sementara di bidang polhukam, kepemimpinan dan kebijakan pemerintah selama masa pandemi Covid-19 juga akan disorot. 

 

“NU melihat, kepercayaan publik berpotensi menurun bila aturan tidak dijalankan secara konsisten,” terangnya. 

 

Demikian pula para akan menyinggung tentang pentingnya pemerintah pusat dan daerah fokus kepada penanganan pandemi sebagai isu kesehatan dan kemanusiaan, bukan isu politik partisan. 

 

NU juga melihat perlunya Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK untuk lebih intensif mengawal penggunaan anggaran PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).

 

“Termasuk yang diperuntukkan untuk bantuan social dalam rangka memelihara good governance dalam situasi kahar, yaitu tidak terduga atau tidak dapat diantisipasi,” terangnya.

 

Selain itu, di bidang kesra juga akan disorot. Terutama mengenai strategi pemulihan kehidupan warga sebagai prioritas lebih tinggi daripada insentif kepada industri besar yang dapat meningkatkan kesenjangan di masa depan. 

 

“Terakhir, tentu saja akan disorot persoalan ekonomi yang menjadi salah satu bidang terdampak akibat pandemi Covid-19,” katanya. 

 

Kemiskinan dan pengangguran yang membengkak akibat pandemi, diharapkan dapat ditangani dengan pengerahan seluruh sumber daya pemerintah, baik melalui kebijakan, anggaran, maupun gerakan. 
Munas dan Konbes NU 2021 diselenggarakan dengan protokol kesehatan ketat. Salah satunya mensyaratkan peserta yang terlibat sudah  melakukan rapid test antigen atau swab pcr.

 

Peserta yang hadir terdiri dari unsur kepengurusan PBNU mulai dari unsur mustasyar, syuriyah, a’wan, tanfidziyah, utusan badan otonom dan lembaga serta delegasi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia. Diperkirakan jumlah peserta sebanyak 250 orang.
 


Editor:
F1 Bank Jatim