Sekretaris NU Jatim Bangga sebagai Lulusan Madrasah

Sekretaris NU Jatim Bangga sebagai Lulusan Madrasah
Sekretaris PWNU Jatim, Prof Akhmad Muzakki, MAg, Grad Dip SEA, MPhil, PhD. (Foto: NOJ/Istimewa)
Sekretaris PWNU Jatim, Prof Akhmad Muzakki, MAg, Grad Dip SEA, MPhil, PhD. (Foto: NOJ/Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Di hadapan sejumlah guru besar, akademisi, dan undangan yang memadati auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN SA) Surabaya, secara terbuka Profesor Akhmad Muzakki menyatakan kebanggaannya sebagai alumnus madrasah.

 

Penegasan itu disampaikan Akh Muzakki, sapaan singkatnya saat orasi dan pengukuhan sebagai guru besar sosiologi pendidikan di kampus tersebut, pada 2015 silam.

 

“Saya sangat bersyukur bahwa karir sekolah saya seluruhnya dijalani di lembaga pendidikan yang bernama madrasah,” kata putra pasangan (alm) Imam Syafii dan Ibu Zulaicha ini.

 

Sekadar diketahui, Akh Muzakki merampungkan pendidikan formal tingkat dasar di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama, kemudian dilanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri, serta Madrasah Aliyah Negeri, semuanya di Sidoarjo Jawa Timur.

 

“Madrasah yang mengajari saya bagaimana menjadi individu yang pinter dan bener sebagai kerangka kesempurnaan seorang hamba yang ideal,” kata suami Erna Mawati ini. Meskipun demikian, bapak dua anak ini menyadari bahwa proses menuju pribadi yang pinter dan bener masih jauh dari ideal karenanya terus diikhitiarkan, lanjutnya.

 

Bagi Akh Muzakki, ditempa di madrasah adalah sebagai “jalan yang benar”. “Pertama, madrasah telah memberikan fondasi kepada saya untuk pada tahapan berikutnya menjadi akademisi pada rumpun keilmuan sosiologi seperti yang mengantarkan saya kepada jabatan sebagai guru besar,” terangnya.

 

Sedangkan yang kedua, madrasah telah memberikan kunci dasar bagaimana moral bisa diintegrasikan ke dalam aspek kehidupan apapun dan manapun, termasuk dunia akademik.

 

“Konsep pinter sebagai simbol  kekuatan akademik dan bener sebagai simbol kekuatan moral sangat kuat ditanamkan oleh madrasah kepada diri saya,” ungkap alumnus pasca sarjana UIN Sunan Ampel ini. Dan dua simbol kekuatan hidup inilah yang dirasakan sebagai kebutuhan sejati bagi kehidupan modern, lanjut peraih gelar graduate diploma dari Australian National University (ANU) Cambera Australia ini.

 

Dari tempaan madrasah inilah akhirnya membawa Muzakki terus berupaya menempa ilmu dan diri di lembaga pendidikan berikutnya. Dari mulai strata satu dan strata dua di UIN SA, juga program S2 serta S3 di Australia yakni di ANU.

 

Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini menyelesaikan program master of philosophy (MPhil) dengan tesis berjudul Contestation within Contemporary Indonesian Islamic Thought: Liberalism and Anti-liberalism. Saat melakukan studi selama tiga tahun (2002-2005), di ANU Camberra, ia dipercaya sebagai pengajar pada faculty of Asian studies.

 

Tahun 2009, atas beasiswa International Postgraduate  Research Scholarship (IPRS) dari Pemerintah Australia dan juga University of Queensland International Living Allowance Scholarship (UQILAS), dari The University of Queensland, menyelesaikan program PhD (S3) dengan fokus  pada studi sosiologi media dan Islam di School of History, Philosophy, Religion and Classic, the University of Queensland Australia.

 

Praktis dengan sejumlah pencapaian studinya ini, Akh Muzakki berhak menyandang gelar berderet di usianya yang masih muda untuk guru besar, yakni 40 tahun. Komplitnya adalah Prof Akhmad Muzakki, MAg, Grad Dip SEA, MPhil, PhD.  Sebuah pencapaian yang membanggakan.

 

Iklan Medsos