Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Selama Dikarantina, Santri Blokagung Minta Nasi Bakar hingga Cilok

Selama Dikarantina, Santri Blokagung Minta Nasi Bakar hingga Cilok
Dukungan moril dari santri Almujahiddin untuk santri Darussalam, Blokagung, Banyuwangi. #Blokagungkuat
Dukungan moril dari santri Almujahiddin untuk santri Darussalam, Blokagung, Banyuwangi. #Blokagungkuat

Jakarta, NU Online

Ratusan santri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur dikarantina massal sejak beberapa hari lalu. Pasalnya, sebagian santri di sana dikonfirmasi positif terinfeksi virus Covid-19.

 

Juru Bicara Pondok Pesantren Darussalam Nihayatul Wafiroh menyampaikan segala upaya untuk proses penyembuhan sedang diusahakan. Ia bersama pengurus pesantren berinisiatif menyediakan makanan tambahan, meliputi roti, biskuit, hingga susu dan vitamin. Bahkan, guna meningkatkan imunitas para santri, ia mengabulkan permintaan para santri. 

 

Perempuan yang akrab disapa Ninik itu pun membelikan bakso, cilok, dan beragam makanan yang diminta oleh para santri. Hal itu dilakukan semata demi membuat mereka senang agar imun mereka meningkat. “Mereka minta bakso, mereka minta susu, nasi bakar. Kita sediakan untuk mereka bahagia,” katanya.


Ninik menjelaskan bahwa pihaknya selalu menerapkan protokol kesehatan sejak sebelum pemulangan santri pada Maret lalu hingga penerimaan para santri. Namun, ia membutuhkan petunjuk lebih dari pihak-pihak terkait, khususnya Dinas Kesehatan agar para santri dapat terjamin.

 

“Kami siap melakukan semua prosedur. Kami siap melakukan apa yang harus kami lakukan. Butuh apapun kami siap. Tolong kami kasih tahu apa yang harus kami lakukan dengan anak-anak kami,” jelasnya.

 

Meskipun demikian, Ninik menyampaikan bahwa para santri yang diisolasi dalam keadaan baik dan sehat. Bahkan, mereka yang sedang dikarantina melakukan sepak bola antarruangan setelah olahraga pagi untuk meningkatkan imun dan kegembiraan para santri.

 

Adapun santri yang dikarantina di rusunawa di awal Covid-19 terdeteksi di pesantren tersebut dalam kondisi sehat dan selesai masa karantinanya. Namun, mereka akan tetap berada di rusunawa untuk pemulihan. “Mereka akan tetap tinggal di rusunawa untuk pemulihan kondisi dan tidak bergabung dengan rekan-rekannya yang ada di dalam pondok pesantren,” katanya.

 

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu menegaskan bahwa Corona bukanlah aib dan bisa disembuhkan. Karenanya, ia meminta agar tidak ada stigma terhadap para santri, wali santri, dan alumni Pondok Pesantren Darussalam.

 

Ninik juga berterima kasih atas segala bantuan yang masuk ke pesantren. Bantuan berupa barang, sembako, atau uang tunai bisa diserahkan ke posko bantuan yang berada di lapangan Pondok Pesantren Darussalam, depan Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA).

Pewarta: Syakir NF

Iklan promosi NU Online Jatim