Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Selama New Normal, Durasi Jam Kuliah di Instika Sumenep Dikurangi

Selama New Normal, Durasi Jam Kuliah di Instika Sumenep Dikurangi
Pertemuan pimpinan Instika Guluk-guluk dengan sejumlah dosen. (Foto: NOJ/Firdausi)
Pertemuan pimpinan Instika Guluk-guluk dengan sejumlah dosen. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Sejak mewabahnya Covid-19, seluruh sistem pelayanan dan pembelajaran di perguruan tinggi dihentikan. Ketika memasuki masa new normal, banyak mengalami perubahan mulai di bidang pelayanan dan pembelajaran.

 

Di semester genap yang lalu, Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk Sumenep melaksanakan sebagian perkuliahan dengan model non tatap muka (NTM) atau secara virtual. Namun pada semester gasal tahun akademik 2020-2021 kembali melaksanakan perkuliahan tatap muka (TM) atau luring dengan mengikuti prosedur protokol kesehatan.

 

KH Ah Syamli Muqsid menyatakan bahwa kegiatan perkuliahan TM menyesuaikan dengan kebijakan SKB 4 Menteri yang baru dikeluarkan pada 7 Agustus 2020. Dan juga surat pemberitahuan Pondok Pesantren Annuqayah yang dikeluarkan 30 Agustus 2020.

 

Rektor Instika Guluk-guluk tersebut mengimbau kepada seluruh dosen dan staf kampus untuk mematuhi protokol kesehatan seperti halnya instruksi dewan masyaikh Annuqayah.

 

"Suka tidak suka harus menggunakan protokol kesehatan," tegasnya saat silaturahim pimpinan dan dosen di aula mini Instika, Kamis (10/9/2020).

 

Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee I tersebut bersyukur bahwa masyarakat masih mempercayai Instika. Hal ini terbukti bahwa jumlah mahasiswa baru tahun ini berjumlah 626. Jika di total dengan mahasiswa lama berjumlah 3.254.

 

"Ini capaian luar biasa yang dilakukan oleh panitia penerimaan mahasiswa baru," katanya disambut tepuk tangan.

 

Di kesempatan berbeda, H Damanhuri memberitahukan bahwa ada perubahan durasi jam mengajar selama new normal. Semula berdurasi 100 menit menjadi 75 menit.

 

Wakil Rektor I Instika tersebut mencontohkannya bahwa jika dulu saat jam pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai pada pukul 07.30-09.10 WIB, maka berubah menjadi 07.30-08.45 WIB.

 

"Kami berharap kepada seluruh dosen untuk memanfaatkan jam mengajar yang semakin singkat dengan semaksimal mungkin," harapnya.

 

Dikatakannya pula bahwa ada 3 sistem pembelajaran yang digunakan oleh dosen di masa new normal. Pertama, dosen bisa melaksanakan perkuliahan online atau virtual bagi mahasiswa yang berstatus kalong.

 

“Kedua, dosen bisa mengoptimalkan kuliah mandiri, seperti dosen memberikan bahan-bahan kuliah agar dipelajari secara mandiri oleh mahasiswa," ujarnya.

 

Sedangkan yang ketiga, dosen bisa mengefektivitafkan evaluasi. Yakni dosen bisa melakukan evaluasi atau penilaian sejak tatap muka pertama hingga terakhir.

 

Wakil Rektor yang pernah melanjutkan studi di Australia tersebut menjelaskan bahwa perkuliahan semester gasal akan dimulai 12 September 2020 dan berakhir 30 Oktober 2020. Sedangkan Ujian Akhir Semester (UAS) dilaksanakan antara 19 hinga 30 Desember 2020. Untuk penyetoran nilai pada 3 Januari 2021.

 

"Jadi, dosen bisa mengajar 16x tatap muka selama masa new normal," simpulnya.

 

Pada saat yang sama, KH Muhammad Husnan Nafi' mengingatkan kepada dosen untuk menegakkan kode etik dan menegur mahasiswa jika melanggar.

 

Wakil Rektor II Instika ini menjelaskan bahwa ada 2 kode etik dosen yang harus dipatuhi. Pertama kepribadian, di mana dosen harus beriman dan berakhlak serta berilmu dan ikhlas. Kedua, kompetensi akademik yakni dosen harus menjalankan tridharma perguruan tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

 

"Ingat, jangan menunggu contoh, berikan contoh agar dicontoh mahasiswa," pungkasnya.

Iklan PWNU Jatim