Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Sembuh dari Covid-19, Begini Pengakuan Wakil Ketua NU Jatim

Sembuh dari Covid-19, Begini Pengakuan Wakil Ketua NU Jatim
M Koderi saat ini masih menjalani proses penyembuhan dari Covid-19 di salah satu rumah sakit di Surabaya. (Foto: NOJ/Istimewa)
M Koderi saat ini masih menjalani proses penyembuhan dari Covid-19 di salah satu rumah sakit di Surabaya. (Foto: NOJ/Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Bagi pembaca harian pagi Jawa Pos, hari ini, Kamis (24/9/2020) disuguhkan dengan testimoni pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19. Pada kolom opini di halaman 4 koran tersebut, adalah Muhammad Koderi bercerita bagaimana dirinya sembuh dari virus mematikan ini.

 

“Sebelum terpapar, saya berpikir bahwa Covid-19 itu dibuat-buat,” kata Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini.

 

Seperti kebanyakan kalangan yang tidak percaya, Pak Koderi, sapaan akrabnya mengemukakan bahwa virus sengaja dibuat-buat untuk kepentingan penguasaan manusia lainnya. Percaya bahwa masalah virus merupakan perang dagang dan konspirasi tingkat tinggi dan dihembuskan kalangan dengan kepentingan tertentu.

 

Akan tetapi saat virus sudah mendera dirinya, barulah alumnus ITS Surabaya tersebut sadar. Terutama saat dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Surabaya dan memasuki masa kritis pada hari ke-7 hingga ke-9.

 

“Awalnya saya merasa sehat, kuat dan sibuk dengan berbagai aktivitas,” akunya. Dengan kondisi fisik seperti itu yakin bahwa tidak akan tertular virus Corona, lanjutnya.

 

Prosedur berupa swab test dilakukan dan hasilnya positif. Demikian pula dilakukan lagi langkah serupa yang juga memberikan kejelasan bahwa dirinya memang tertular virus yang kini jadi pandemi tersebut.

 

“Seminggu pertama menjalani isolasi di rumah sakit, saya merasakan kesendirian karena tidak dapat berinteraksi langsung dengan keluarga,” terangnya.

 

Bahkan pada hari ke-7 hingga 9, seluruh tubuhnya merasakan sakit. Itu dibarengi dengan lemas, dan sulit bernafas. Termasuk untuk menelepon keluarga ternyata tidak bisa.

 

Sembuh dengan Perpaduan

Lantas apa yang membuatnya bisa bertahan dan akhirnya sembuh? Ternyata di samping taat dengan anjuran dokter, yang dilakukan adalah dengan terapi spiritual.

 

Saat mulai bisa bernafas, dirinya sulit memejamkan mata. “Padahal semua lagu kenangan melalui handphone sudah saya pasang dekat telinga,” ujarnya.

 

Dan dalam kondisi ini, sayup-sayup dirinya mendengar suara doa yang dipanjatkan lewat pengeras suara kamar rumah sakit.

 

“Akhirnya saya merasa harus mencari HP untuk memutar suara religius yang lebih jelas. Saya lalu memutar bacaan surat al-Baqarah yang dibacakan gus favorit saya,” terangnya. Dengan bacaan tersebut, mulai terbayang suasana masa lalu yang tenang dan membuatnya bisa tidur lelap, lanjutnya.

 

Di ujung tulisan tersebut, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan pemulihan Ekonomi PWNU Jatim ini menyatakan bahwa penyembuhan secara medis juga hendaknya dipadukan dengan spiritual.

 

“Saya meyakini perlunya pendekatan kemanusiaan dalam penanganan pasien Covid-19 dengan menggabungkan antara medis dan spiritual secara memadai,” pungkasnya.

Iklan Hari Santri