Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sempurnakan Lebaran dengan Menyaksikan Ski Celot di Pasuruan

Sempurnakan Lebaran dengan Menyaksikan Ski Celot di Pasuruan
Aksi peserta ski lot di Tambak Lekok, Lekok, Pasuruan saat lebaran. (Foto: NOJ/SKt)
Aksi peserta ski lot di Tambak Lekok, Lekok, Pasuruan saat lebaran. (Foto: NOJ/SKt)

Pasuruan, NU Online Jatim

Lebaran demikian bermakna. Sejumlah tradisi tidak ada di lain waktu, selain kala memeriahkan hari raya Idul Fitri. Karenanya, jangan ditanya mengapa warga kurang peduli dengan larangan mudik. Yang pasti, mereka ingin merayakan libur lebaran di kampung halaman.

 

Salah satu yang bikin kangen adalah menyaksikan ski lumpur atau celot di kawasan Pasuruan. Tidak semata terhibur, warga juga akan merasakan sensasi yang tidak dapat disaksikan di kawasan lain.

 

Ski celot atau ski lot ada di Kabupaten Pasuruan, tepatnya di Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok. Namanya adalah ski lot yang berarti bermain ski di atas celot alias lumpur.

 

Kebanyakan memang mengistilahkan kata ski identik dengan es, tapi oleh penduduk Desa Tambaklekok, ski lebih menantang apabila dilakukan di atas lumpur coklat, ditambah dengan air payau yang menjadi biasa bagi para nelayan yang dominan mengikuti ski tersebut.

 

Salah satu warga sekitar, Sutrisno mengatakan, bermain ski di atas lumpur sudah merupakan atraksi yang biasa digelar setiap tahunnya, khususnya bertepatan dengan hari raya ketupat atau tujuh hari setelah Idul Fitri.

 

Atraksi ski lot dilakukan di atas lumpur tambak yang dikosongkan dan peserta biasanya adalah pria dewasa. Akan tetapi tidak jarang pula perempuan dan anak-anak juga turut serta meramaikan kegiatan tahunan itu.

 

“Sejarahnya kalau tidak salah tahun 1990 atau sudah berjalan sekitar 35 tahun lalu dari sebuah kebiasaan menjadi sebuah tradisi yang akan selalu dipertahankan,” katanya, Selasa (18/05/2021).

 

Sebelum terkenal seperti sekarang, tradisi ski lot awalnya berasal dari rutinitas para nelayan yang mencari kerang dan rajungan di laut dengan menggunakan papan. Dengan sangat bahagia, mereka berlomba-lomba di tepi pantai. Hanya untuk mendapatkan hasil tangkapan yang paling banyak. Namun dalam perkembangannya apa yang dilakukan akhirnya menjadi semacam tradisi yang dilombakan setiap tahunnya dan dapat disaksikan oleh pengunjung yang duduk di pinggiran arena ski.

 

“Peralatan ski lot ini terdiri atas papan luncur yang panjangnya 1.5 meter dan lebarnya 0,5 meter. Papan luncur ini sedianya merupakan alat untuk mencari kerang bagi warga pesisir pantai namun telah modifikasi sedemikian rupa oleh para peserta,” jelas dia.

 

Kini ski lot telah  menjadi suatu atraksi tahunan yang diadakan saat hari raya ketupat, dan menjadi wisata pantai khas Kecamatan Lekok. Di dalamnya berisikan paket hiburan yang seru yang bisa disaksikan bagi pengunjung dengan nyaman, karena arenanya bukan lagi berada di tepi pantai yang becek, melainkan di sebuah tambak yang sudah teduh, plus hiburan orkes musik dangdut dan puluhan penjual makanan minuman yang bertebaran di sekitar lokasi.

 

Kehadiran lebaran ketupat bagi warga Lekok adalah suasana paling ditunggu maupun mereka yang jauh-jauh hanya untuk menyaksikan tradisi yang sempat mendunia itu. Dalam sehari, semua nelayan libur total dari mencari ikan, karena lebih memilih bersenang-senang dengan keluarga sembari melihat ski lot.

 

“Pokoknya seharian libur dan senang-senang, karena inilah hari bahagia kami,” ujar Fauzan (37), salah satu nelayan asal desa setempat.

 

Baginya, ski lot tidak semata menghibur diri usai berkutat dengan kegiatan harian yang melelahkan. Yang juga ingin diraih yakni membahagiakan warga yang datang dari berbagai daerah. Dan hal tersebut sangat berkesan lantaran terjadi saat hari raya ketupat.   

F1 Promosi Iklan