Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sering Wudlu, Kunci Santri di Jombang Sembuh dari Corona

Sering Wudlu, Kunci Santri di Jombang Sembuh dari Corona
Apartemen Mahasiswa (Aparma) Unipdu Peterongan, Jombang. (Foto: NOJ/RJ)
Apartemen Mahasiswa (Aparma) Unipdu Peterongan, Jombang. (Foto: NOJ/RJ)

Jombang, NU Online Jombang

Beberapa hari lalu, 21 santri Pondok Pesantren Darussalam dibawa ke rumah karantina di Apartemen Mahasiswa (Aparma) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan, Jombang.

 

Mereka harus menjalani karantina di ruangan yang memang disediakan untuk penderita Covid-19 tersebut. Menjalani karantina mandiri di asrama pesantren dan diawasi petugas kesehatan desa maupun kalangan pengurus dan pengasuh pesantren.

 

Usai dinyatakan negatif, mereka akhirnya diperkenankan pulang ke pesantren setempat. Keluar dari Aparma Unipdu dan kembali bisa bertemu dengan teman sejawat di pesantrennya.

 

Salah seorang santri, menceritakan bagaimana dirinya melewati hari penuh harap-harap cemas dan berharap bisa kembali sehat.

 

Disampaikan bahwa sebelum dinyatakan positif Covid-19, santri asal Lumajang itu mengalami gangguan pada indra penciumannya. Saat mengetahui positif Corona berdasarkan pemeriksaan swab, dirinya mengaku sempat merasa frustasi.

 

"Sempat down,” kenangnya. Tapi karena motivasi dari teman, dari pengasuh dan guru-guru, akhirnya kembali semangat, lanjut dia.

 

Masa sulit berhasil dilalui dia dan teman-temannya hingga dinyatakan terbebas dari Covid-19. Aneka cerita dalam waktu yang demikian menegangkan tersebut akhirnya sirna manakala dinyatakan terbebas dari virus yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya tersebut.

 

Santri penghafal al-Quran ini membagikan kiat sehingga berhasil sembuh dari Covid-19. Dia menuturkan, rasa tenang dan tidak panik saat dinyatakan positif Covid-19 menjadi kunci awal kemenangan melawan keganasan virus. Dia mengaku, selain menjauhkan kepanikan dalam dirinya, kunci suksesnya berhasil sembuh dari Covid-19 adalah menjaga pola makan, olahraga teratur dan rajin wudlu.

 

 

"Kita kan awalnya enggak bisa mencium bau. Karena sering wudlu, kita jadi sering berkumur dan membersihkan hidung, akhirnya kita bisa mencium bau," ujar santri ini berbinar.

 

Selama karantina, lanjutnya, dia dan temannya sesama santri berusaha saling menguatkan dan mengingatkan agar imunitas masing-masing tetap terjaga.

 

"Alhamdulillah, kita saling memberi semangat. Kita selalu mengingatkan agar kita enggak boleh kepikiran dan harus yakin kita bisa sembuh. Itu yang bisa jadi imun kita," tandasnya.
 

Iklan promosi NU Online Jatim