Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Siapkan Generasi Melek Gender, PC Fatayat NU Tulungagung Luncurkan KSG

Siapkan Generasi Melek Gender, PC Fatayat NU Tulungagung Luncurkan KSG
Forum KSG Fatayat NU Tulungagung yang dilaksanakan secara virtual. (Foto : NOJ/ Afif Hidayatul Mahmudah)
Forum KSG Fatayat NU Tulungagung yang dilaksanakan secara virtual. (Foto : NOJ/ Afif Hidayatul Mahmudah)

Tulungagung, NU Online Jatim

Estafet organisasi Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU  Tulungagung dibawah kepemimpinan Siti Kusnul Kotimah memunculkan program terobosan-terobosan baru, salah satunya adalah program Kelas Studi Gender (KSG).

 

Program KSG ini tidak hanya untuk anggota Fatayat se-Kabupaten Tulungagung, tetapi juga dibuka bagi khalayak umum agar lebih memahami tentang kesetaraan gender.

 

“Secara umum, program ini memberikan pemahaman kepada kita tentang gender. Tidak hanya itu, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi  perempuan  tetapi juga sangat dipersilahkan untuk kaum laki-laki. Dengan demikian, melalui kelas ini akan diketahui persentase seberapa banyak perempuan dan laki-laki yang melek akan kesetaraan gender,” ungkap Siti Kusnul Kotimah, Ketua PC Fatayat NU Tulungagung.

 

Perempuan dua anak ini menambahkan, kegiatan  semacam ini sebagai bentuk ngaji millenial yang dapat dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19. Seringkali aktivititas ngaji dilaksanakan secara tatap muka, namun saat ini dialihkan secara virtual di jaman millenial melalui aplikasi zoom meeting.

 

Kelas pertama yang diikuti ratusan peserta menghadirkan Zulfatun Ni’mah sebagai pemateri. Ia merupakan aktivis Gender sekaligus pengurus PC Fatayat NU Tulungagung. “Fatayat merupakan agen organisasi yang membawa misi untuk menyuarakan hak keadilan antara laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dan bekerja sama,” ungkap Zulfatun Ni’mah yang juga Dosen IAIN Tulungagung, Jumat (25/ 09/ 2020).

 

Menariknya, KSG ini berbeda dengan kelas online lainnya. Pasalnya kelas ini ada empat sesi yang berkelanjutan. Ada tingkatan kelulusan peserta. Untuk mendapatkan sertifikat kelulusan, peserta harus mengikuti semua sesi kelas. Jika kelas pertama tidak diikuti, maka tidak dapat dilanjutkan ke kelas selanjutnya.

 

Selebihnya, acara ini sebagai wadah belajar serta mencetak manusia yang melek gender, sehingga bersikap lebih bijak di dalam kehidupan sehari hari-hari. Dan meluluskan aktivis gender yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah yang menjunjung tinggi nilai keadilan gender Islam.

 

Editor : Romza

 

Iklan Hari Santri