Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Siapkan Kader Militan, Pelajar NU di Sumenep Gelar Diklatama

Siapkan Kader Militan, Pelajar NU di Sumenep Gelar Diklatama
Suasana Diklatama di lapangan Sumber Laseng Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Selasa (06/10). (Foto : NOJ/ Firdausi).
Suasana Diklatama di lapangan Sumber Laseng Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Selasa (06/10). (Foto : NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Pelajar adalah harapan bangsa yang kelak akan menggantikan generasi tua untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan keluarga, agama, dan negara.

 

Untuk menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan melanjutkan estafet tersebut, pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pragaan Kabupaten SUmenep menggelar Pendidik dan Latihan Pertama (Diklatama). Kegiatan yang digelar berbasis ranting ini dilaksanakan di lapangan Sumber Laseng Desa Aeng Panas, Selasa (06/10).

 

 

KH. A. Junaidi Mu'arif berharap kepada para peserta untuk benar-benar meresapi materi Keaswajahan, ke-IPNU-an, dan ke-IPPNU-an. Karena materi tersebut merupakan modal awal dalam berkhidmat di NU.

 

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan menegaskan bahwa setelah usai Diklatama, peserta harus meneruskan cita-cita para muassis NU. "Jika mengikuti materi hingga tuntas, insyaallah kalian mendapatkan barakah," ungkapnya.

 

Di kesempatan yang berbeda, Zaynollah mengatakan, kegiatan ini salah satu bagian dari kaderisasi untuk mengasah jiwa dan mentalitas kader agar tangguh dalam berakidah, berjamiyah, dan menjadi pasukan di lembaga pendidikan atau pesantren dalam mengawal kegiatan NU.

 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Sumenep tersebut menegaskan bahwa Diklatama kali ini merupakan pertama kali di Jawa Timur yang dilaksanakan oleh Dewan Koordinasi Ranting (DKR). "Kami bangga dan mengapresiasi atas kemajuan ini," katanya, sontak tepuk tangan audien.

 

Tak sampai disitu, ia menyampaikan pesan kepada puluhan peserta agar benar-benar serius mengikuti kegiatan ini.

 

Pengurus Gusdurian Sumenep tersebut menyampaikan tiga pesan moral. Pertama, menjadi kader Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) harus diniatkan ibadah. "Jangan jadikan tempat pelarian karena tidak mempunyai aktivitas," terangnya.

 

Kedua, jadikanlah kegiatan ini sebagai ajang meningkatkan keilmuan dan prestasi. Karena tidak ada ceritanya pelajar NU malas dalam menuntut ilmu hingga akhir hayat. "Pesan kami ketiga adalah kedepankan keikhlasan dan keloyalan kalian saat berkhidmat di IPNU-IPPNU," pintanya.

 

Pada saat yang sama, Jalaluddin menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan oleh gabungan tiga DKR. Yakni Aeng Panas, Karduluk, dan Pragaan Daya.

 

Ketua PAC IPNU Pragaan mengutarakan bahwa jumlah peserta Diklatama sebanyak 66 peserta (putra-putri) yang berasal dari berbagai kabupaten di Madura. Selanjutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 6-7 Oktober 2020.

 

"Semoga kegiatan ini melahirkan out put yang militan dan menjadi garda terdepan NU demi mengawal tradisi NU dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari paham takfiri, jihadis, dan kaum ideologis kanan yang mulai mempengaruhi pelajar," harapnya.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus MWCNU Pragaan, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Aeng Panas, Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Aeng Panas, Polsek Prenduan, dan Kepala Desa Aeng Panas. Kemudian acara dibuka secara simbolis dengan pelepasan burung merpati dan penyematan scraf kepada peserta oleh Rofiki.

 

Editor : Romza

PWNU Jatim Harlah