Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Siapkan Kader Pilihan, Ansor di Sumenep Selenggarakan Pelatihan Penguatan Ranting

Siapkan Kader Pilihan, Ansor di Sumenep Selenggarakan Pelatihan Penguatan Ranting
Workshop Penguatan Ranting oleh PAC GP Ansor Bluto, Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)
Workshop Penguatan Ranting oleh PAC GP Ansor Bluto, Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)

Sumenep, NU Online Jatim

Ujung tombak kader ada di tingkat desa. Mereka yang setiap saat bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat. Penguatan kader di tingkatan ini merupakan hal yang tidak dapat dibantah. Karenanya perlu pelatihan khusus agar kehadiran mereka demikian diapresiasi warga.

 

Semangat itu juga yang mengemuka dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bluto, Sumenep. Mereka menyelenggarakan workshop penguatan ranting yang dipusatkan di Desa Lobuk, Selasa (25/8). 

 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.30 - 17.00 WIB ini dihadiri jajaran Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Sumenep dan tim instruktur kaderisasi. Mereka di antaranya Abd. Wasid, Rasidi, Kiai Qumri Rahman, Mukhlisi,  Abd Syukur Rahman, dan Hosen.

 

Rofiqi selaku Sekretaris PAC GP Ansor Bluto mengatakan sejatinya acara dilaksanakan pada Jumat lalu. Namun karena beberapa hal akhirnya ditunda.

 

"Dikarenakan sahabat-sahabat baru saja melaksanakan acara istighotsah kebangsaan dan refleksi kemerdekaan dua malam berturut-turut, maka acara ini ditunda hari ini," ujar penyuluh agama di Kantor Urusan Agama (KUA) Bluto ini.

 

Anggota bidang kaderisasi Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur tersebut menambahkan, kegiatan yang diikuti seluruh PAC GP Ansor Bluto ini dimaksudkan untuk membekali kader Ansor. Yakni dalam mempersiapkan kader pilihan di tingkatan pimpinan ranting. Diharapkan mereka mempunyai soliditas dan militansi tinggi dalam berkhidmat kepada Ansor secara khusus, dan untuk Nahdlatul Ulama secara umum.

 

"Acara ini merupakan pembekalan kepada PAC dalam mereformasi dan membentuk pimpinan panting di desa yang belum terbentuk. Sekaligus memberikan bimbingan agar gerakannya ke depan lebih progres, serta kaderisasi berjalan dengan maksimal," ungkapnya.

 

Abd Syukur Rahman menyambut baik dengan terselenggaranya acara yang diinisiasi PAC GP Ansor Bluto ini. Karena sangat penting mengingat pimpinan ranting adalah ujung tombak GP Ansor.

 

"Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menghidupkan pimpinan ranting di desa yang tersebar di Kecamatan Bluto. Mudah-mudahan nanti bisa menginspirasi kader Ansor di kecamatan lain," ujar dosen di Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur'an Nurul Islam (Stiqnis) Bluto tersebut.

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa menghidupkan pimpinan ranting bukanlah pekerjaan mudah. Tentu butuh pengorbanan, ketelatenan, dan sudah pasti sejak awal sudah sepakat untuk mengabdi terhadap NU dan mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

"Bagaimana pun, kita adalah kader muda NU. NU yang akan datang sangat tergantung bagaimana kita hari ini. Tugas kita sangat mulia, karena menjadi penentu bagaimana NU yang akan datang," tegasnya.

 

Di sisi yang lain, Sekretaris PC GP Ansor Sumenep, Abd Wasid, mengatakan, NU hadir sebagai at-tawazun bi al-siyasah atau penyeimbang dalam politik.  Dan pemimpin dalam NU itu bukan tujuan, tapi sebagai wasilah.

 

"Berkhidmah di Ansor adalah gerakan dakwah. Salah satunya menyibukkan kegiatan anak muda di bawah dengan kegiatan keansoran," ujar Cak Wasid sapaannya.

 

Di ujung paparan, dirinya berpesan agar kegiatan Ansor harus inovatif dengan berbasis keagamaan, kepemudaan dan sosial ekonomi. Juga kepengurusan di tingkat desa harus semakin diberdayakan.

 

“Ansor tidak akan besar karena pimpinan pusat di  Jakarta, akan tetapi karena masifnya gerakan di bawah, yakni di desa," pungkasnya.

Iklan promosi NU Online Jatim