Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Siapkan Metode Pembelajaran, Pergunu Mojokerto Gelar Halaqah Aswaja

Siapkan Metode Pembelajaran, Pergunu Mojokerto Gelar Halaqah Aswaja
Halaqah Aswaja yang diadakan PC Pergunu Kabupaten Mojokerto, Sabtu (06/03/2021). (Foto: NOJ/ Syafiudin)
Halaqah Aswaja yang diadakan PC Pergunu Kabupaten Mojokerto, Sabtu (06/03/2021). (Foto: NOJ/ Syafiudin)

Mojokerto, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Mojokerto menggelar Halaqah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah, Sabtu (06/03/2021). Kegiatan yang dilaksanakan di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto ini diikuti oleh anggota Pergunu se- wilayah kabupaten tersebut.

 

H M Saiful Anam selaku Ketua Pergunu Kabupaten Mojokerto mengatakan, halaqah perdana ini bertujuan untuk memperkuat paham Aswaja bagi para guru NU. "Melalui kegiatan ini harapannya para guru meningkatkan ghirah ke-NU-an masing-masing. Rencanaya halaqah ini akan dilaksanakan setiap bulan," ujarnya.

 

Dalam realisasinya, Pergunu akan bekerja sama dengan lintas lembaga yang ada di PCNU Kabupaten Mojokerto. “Kita telah bersinergi dengan PC LP Ma’arif dan Aswaja NU Center (Asnuter),” kata Saiful, sapaan akrabnya.

 

Menurutnya, halaqah ini juga untuk memperdalam pemahaman para guru NU tentang fikrah An-Nahdliyah, aqidah, hingga bagaimana paham kebangsaan dan hubungan sosial NU di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

 

Setelah memahami hal itu, para guru diharapkan lebih mudah untuk menentukan metode dan strategi pembelajaran yang efektif bagi peserta didiknya.

 

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pergunu Jawa Timur, H Sururi mengapresiasi halaqah Aswaja yang digelar PC Pergunu Kabupaten Mojokerto. Sebab, dengan kegiatan tersebut kualitas guru di lingkungan NU akan semakin meningkat.

 

Selain itu, ia juga berpesan agar halaqah yang digelar tidak hanya membahas materi atau kurikulum Aswaja. Namun juga harus mengaji kitab-kitab peninggalan para masyayikh.

 

“Harus ngaji, karena dengan mengaji kitab-kitab para masyayikh seperti adabul ‘alim wal muta’allim karangan KH Hasyim Asy’ari, atau kitab karangan ulama nusantara lainnya yang perlu dibaca dan dikaji kembali agar tetap lestari,” katanya.

 

 

Bagnya, para guru sebagai nahldiyin tidak boleh meninggalkan kebiasaan mengaji. Karena hakikat NU adalah mengaji itu sendiri. Sebab, dengan mengaji wawasan dan pengetahuan akan lebih otoritatif daripada hanya mencari bahan-bahan melalui dunia maya.

 

Penulis: Syafiudin dan Indra Nurdien Hakim

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim