Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemaslahatan Umat

Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemaslahatan Umat
Konfrensi pers DPW PKB Jatim. (Foto: NOJ/Anita)
Konfrensi pers DPW PKB Jatim. (Foto: NOJ/Anita)

Surabaya, NU Online Jatim

Bukan rahasia lagi, kehadiran ulil amri atau pemimpin memiliki dampak dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Hal ini tak lain karena pemimpin memiliki posisi strategis dalam ikut serta menentukan kebijakan negara.

 

Dalam konferensi pers pada Senin (11/01/2020), Sekretaris Dewan Tahfidz Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anik Maslachah menuturkan bahwa peningkatan khidmah PKB terhadap Nahdlatul Ulama (NU) tak lepas dari kronologis lahirnya partai tersebut dari kalangan NU.

 

"Meningkatkan khidmah PKB terhadap NU adalah prioritas kami. Karena kami sadar bahwa terbentuknya partai kami kronologisnya berangkat dari NU," katanya.

 

Anik, begitu karib disapa, juga mengungkapkan bahwa PKB merupakan satu-satunya partai yang lahir dari rahim organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia.

 

"PKB adalah satu-satunya partai yang lahir dari Muktamar NU, tepatnya Muktamar NU ke 30," ujarnya.

 

Anik berkomitmen bahwa lima tahun ke depan PKB akan melakukan peningkatan dalam berkhidmah kepada NU.


"Oleh karena itu, tepatnya lima tahun ke depan, PKB lebih mampu meningkatkan khidmah kepada NU," terangnya.

 

Anik juga menerangkan bahwa PKB memfasilitasi lahirnya peraturan perundang-undangan terkait pesantren. Hal ini, tak lain karena Fraksi PKB adalah inisiator dari terbentuknya UU tersebut.


"Kami sudah memfasilitasi lahirnya undang-undang pesantren," ungkapnya.

 

Tak hanya itu, Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut juga menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk perhatian PKB terhadap pesantren maupun madrasah dalam menghadapi degradasi moral.


"Ini juga bentuk perhatian terhadap pesantren, madrasah, supaya tidak khawatir terjadinya degradasi moral. Di perekonomian kita juga memiliki program OPOP yang sudah berjalan 2 tahun. Meskipun signifikansinya belum terlihat, kami akan tetap mengawal kegiatan tersebut untuk lebih fokus," pungkasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira

F1 Promosi Iklan