Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Strategi LPNU Mojokerto Bangkitkan UMKM saat Pandemi

Strategi LPNU Mojokerto Bangkitkan UMKM saat Pandemi
Salah satu peternakan ayam binaan Kliek NU. (Foto: NOJ/oetomo)
Salah satu peternakan ayam binaan Kliek NU. (Foto: NOJ/oetomo)

Mojokerto, NU Online Jatim

Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Timur sejak lama memiliki konsentrasi untuk membangkitkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kaum nahdliyin dengan program Nuconomic Sinergi Umat. Apalagi dalam konteks hari ini, sektor UMKM sangat riskan akibat pandemi Covid-19.

 

Merespons hal tersebut, LPNU Kabupaten Mojokerto menyambut baik program Nuconomic Sinergi Umat. Dalam pengimplementasiannya, LPNU Kabupaten Mojokerto memiliki program Klinik Ekonomi Kader NU (Kliek NU). Menurut Oetomo Sapto Amien, Ketua LPNU Kabupaten Mojokerto, program ini memberikan pendampingan kepada penggerak NU di bidang perekonomian.

 

“Maksud program ini adalah memberikan pendampingan terhadap potensi penggerak NU di bidang perekonomian di tiap tingkatan agar memiliki kemampuan membangkitkan pelaku usaha NU,” kata pria yang akrab disapa Bung Tomo itu, Senin (19/07/2021).

 

Bung Tomo menambahkan, tujuan Kliek NU sendiri salah satunya adalah untuk mempertegas peran penggran NU di bidang perekonomian dalam berwirausaha.

 

“Selain itu, kami ingin mendorong kader penggerak NU agar mampu menampung aspirasi pelaku usaha NU. Serta program ini mendorong agar kader penggerak mengambil peran pengelolaan potensi ekonomi di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

 

Ia mengungkapkan, jika ruang lingkup pendampingan Kliek NU ini bermacam-macam sesuai dengan potensi ekonomi yang ada di lingkungannya.

 

“Ruang lingkupnya tidak terbatas, ada bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), industri olahan rumahan, agroekonomi, perdagangan, pariwisata dan kerajinan kreatif, dan sektor riil lainnya,” ungkapnya.

 

Model kegiatan Kliek NU sendiri, Bung Tomo menjabarkan bahwa meliputi kelompok kerja operasional sayur organik, pengembangan potensi berbasis lingkungan penganekaragaman pangan (nonberas), dan kelompok kerja operasional tanaman obat keluarga.

 

“Dari model kegiatan tersebut, kita akan melakukan pendampingan, diklat, exhibition, teknologi, serta monitoring dan evaluasi,” pungkasnya.


Editor:
F1 Promosi