Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sudah Divaksin Masih Positif Covid-19, Ketua LKNU Tulungagung Menjawab

Sudah Divaksin Masih Positif Covid-19, Ketua LKNU Tulungagung Menjawab
Ketua LKNU Tulungagung dr Kasil Rokhmat. (Foto: NOJ/PH)
Ketua LKNU Tulungagung dr Kasil Rokhmat. (Foto: NOJ/PH)

Tulungagung, NU Online Jatim

Ada sejumlah kasus positif Covid-19 yang justru memapar orang yang sudah disuntik vaksin sebanyak dua dosis. Atas kejadian itu, banyak masyarakat khawatir dan ragu dengan keampuhan vaksin Covid-19 yang kini dipakai pemerintah Indonesia untuk menekan angka kasus Covid-19.

 

Merespons itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rokhmat, menjelaskan bahwa saat memberikan izin edar vaksin, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menjelaskan bahwa efikasi vaksin yang dipakai di Indonesia adalah 65 persen.

 

"Artinya, dari 100 orang yang disuntik vaksin, hanya 65 orang yang bisa mendapatkan kekebalan tubuh untuk melindungi dari Covid-19. Sedangkan yang 35 orang terwujud antibodi tapi tidak mampu melindungi dari Covid-19," jelas dr Kasil pada Ahad (25/04/2021).

 

Dari pengalaman sebelumnya, efikasi vaksinasi itu tidak ada yang 100 persen. Sedangkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO memberikan syarat untuk vaksin yang boleh diedarkan memiliki efikasi di atas 50 persen. Jadi, menurut dr Kasil, efikasi vaksin yang digunakan di Indonesia yang mencapai 65 persen tersebut sudah sangat bagus.

 

Karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung itu tidak bosan mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan meskipun sudah disuntik vaksin. Karena tidak ada yang tahu, siapa yang mendapatkan kekebalan tubuh yang bisa melindungi dari Covid-19.

 

"Siapa pun yang sudah disuntik vaksin harus tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan," kata dr Kasil.

 

Apalagi jika saat puasa menerapkan protokol kesehatan. Secara psikologi, hati dan jiwa seseorang akan lebih tenang saat berpuasa, sehingga mampu meningkatkan imun. Sedangkan gizi, tetap terpenuhi saat berbuka dan sahur. Imun yang meningkat dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, mampu mencegah seseorang terserang Covid-19.

 

"Jadi, tidak perlu ada yang dikhawatirkan terkait vaksin dan puasa saat pandemi Covid-19," tandas dr Kasil.

 

Editor: Nur Faishal

F1 Promosi Iklan