Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Syaikhona Kholil sebagai Guru Bangsa dan Agama

Syaikhona Kholil sebagai Guru Bangsa dan Agama
RKH Abdul Latif Amin Imron, Bupati Bangkalan. (Foto: NOJ/TI)
RKH Abdul Latif Amin Imron, Bupati Bangkalan. (Foto: NOJ/TI)

Malang, NU Online Jatim
Perjalanan proses pemberian gelar kehormatan sebagai pahlawan nasional terhadap Syaikhona Muhammad Kholil terus dilakukan. Karenanya perjuangan dan kontribusi terhadap Indonesia, khususnya terhadap masyarakat Bangkalan tidak diragukan lagi. 

 

Pada Webinar Nasional yang bertajuk 'Refleksi Sejarah Syaikhona Kholil Sebagai Guru Dari Para Guru', RKH Abdul Latif Amin Imron mengatakan, dukungan penuh terhadap pemberian gelar pahlawan kepada Syaikhona Kholil. Bukan hanya sebab bagian dari keluarganya, tetapi kiprah perjuangan terhadap bangsa dan agama lmenjadi alasan utama.

 

“Pertama Syaikhona Kholil merupakan ulama besar yang berhasil membimbing dan membina para santrinya dan masyarakat umum untuk cinta tanah air. Dengan semangat keimanan yang kuat bahwa, membela tanah air merupakan bagian dari bukti keimanan kepada Allah SWT,” katanya, Kamis (18/02/2021).

 

Bupati Bangkalan periode 2018-2023 menambahkan, dari dedikasi Syaikhona Kholil semasa hidupnya, telah lahir tokoh-tokoh dan ulama besar. Selain itu, ajaran-ajaran terhadap agama dan nasionalisme untuk memerangi kolonial di Indonesia juga selalu digencarkan.

 

“Dari bimbingan dan binaan Syaikhona Kholil telah lahir tokoh-tokoh dan ulama besar yang tidak hanya sekadar mengajari ilmu agama, tetapi juga menjadi pelopor perjuangan kemerdekaan NKRI dari tangan penjajah,” tambahnya saat menjadi narasumber di acara Ikatan Mahasiswa Bangkalan (IMABA) Malang Raya.

 

Ra Latif panggilan akrab oleh masyarakat Bangkalan itu mengatakan, diantara tokoh-tokoh Nadhlatul Ulama (NU) Syaikhona Kholil adalah salah satu pencetus berdirinya organisasi terbesar di Indonesia saat ini.

 

“Bahkan diantaranya sudah dikokohkan sebagai pahlawan nasional yaitu diantaranya almarhum Hadratussyekh Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah, KH As’ad Samsul Arfin, dan Syaikhona Kholil menjadi penentu lahirnya jam’iyah NU yang kiprahnya tidak perlu diragukan lagi, bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

 

Sebagai pemimpin Kabupaten Bangkalan tersebut menceritakan, dari proses perjalanan Indonesia sampai saat ini adalah salah satu bentuk sumbangsih Syaikhona Kholil yang telah banyak memberikan jasa-jasa yang sangat besar.

 

“Baik sebelum kemerdekaan, pada saat perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Pada masa orde lama, orde baru, sampai pada masa reformasi saat ini, kiprah NU yang dijiwai dengan spritualitas Syaikhona Kholil tidak perlu diragukan lagi kontribusinya untuk bangsa dan negara,” cerita singkatnya.

 

Bupati yang telah memimpin Bangkalan selama empat tahun berjalan ini menegaskan, jika Syaikhona Kholil dikatakan sebagai guru dari guru. 

 

“Syaikhona Kholil menjadi guru dan rujukan dari tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia pada saat itu. Bahkan, masih banyak kiprah dan perjuangan beliau yang telah dikasikan untuk ummat bangsa dan negara yang tidak mungkin bisa disampaikan secara terperinci melalui forum ini,” tegasnya kepada peserta webinar nasional.

 

Ra Latif menerangkan, dari sekian ulasan-ulasan yang dikatakan, Syaikhona Kholil banyak sekali meninggalkan jasa-jasa kebaikan dan juga bukti peran selama melawan penjajah.

 

“Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, saya rasa sudah cukup layak dan menjadi kewajiban negara untuk memberikan penghormatan dan peanugerahan gelar kehormatan sebagai pahlawan nasional,” terangnya.

 

Sebagai salah satu keluarga Syaikhona Kholil berharap, Syaikhona Kholil segera memperolah gelar pahlawan nasional. Melihat telah menjadi teladan, inspirasi, hikmah dalam beragama dan bernegara sampai saat ini.


 
“Besar harapan saya semoga penghormatan dan peanugarahan tersebut bisa didapat di tahun 2021. Walaupun saya yakin Syaikhona Kholil tidak mengharapkan penghormatan gelar pahlawan ini, tetapi menjadi kewajiban kita semua dan negara untuk menganugerahkan gelar kehormatan berupa pemberian gelar sebagi pahlawan nasional,” harapnya.

 

Editor: Risma Savhira

F1 Promosi Iklan