Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Tantangan Berubah, Begini Cara Kembangkan NU di Zaman Milenial

Tantangan Berubah, Begini Cara Kembangkan NU di Zaman Milenial
Narasumber menyampaikan materi terkait tantangan dakwah di era milenial. (Foto: NOJ/Yuli R)
Narasumber menyampaikan materi terkait tantangan dakwah di era milenial. (Foto: NOJ/Yuli R)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Agar dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah terus sesuai dengan tantangan zaman, maka harus ada inovasi. Perkembangan teknologi dengan segala pirantinya harus disambut dengan kreasi tiada henti, termasuk dalam menampilkan materi keislaman.

 

Karenanya, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sukodono, Sidoarjo menggelar pelatihan cyber media bagi NU milenial yang bertajuk ‘Wis Wayahe Melek IT’ (sudah waktunya sadar IT, red) Ahad (19/1). Kegiatan dilaksanakan di aula kantor Kecamatan Sukodono dengan menghadirkan dua orang pemateri yang ahli di bidang media sosial dan jurnalisme.

 

Muhammad Faishol Latif yang didaulat sebagai pemateri pertama memaparkan cara membuat konten medsos dengan power point dan branding sebuah acara di media sosial disertai dengan praktik membuat desain, dilanjutkan penjelasan cara kerja cyber dan buzzer.

 

”Yang harus diperhatikan dalam membuat konten di medsos adalah enam kebutuhan manusia, di antaranya kepastian, variasi, menang, koneksi, bertumbuh menjadi baik, kontribusi atau bermanfaat untuk orang lain,” jelas pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Taman ini.

 

Pelatihan diakhiri dengan materi yang disampaikan oleh Moch Rofi’i Boenawi alumni digital camp Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 

 

Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan kiprah dan strategi NU dalam media sosial dan teknik penulisan berita online serta fotografi jurnalistik. 

 

“Mari kita bergerak bersama untuk membangun NU sesuai dengan kebutuhannya,” ajak Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Amil, Zakat, Infak, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur ini. 

 

Dalam pandangannya, KHM Hasyim Asy’ari membangun dan membesarkan NU dengan kebutuhannya.

 

“Sekarang kita harus membesarkan NU sesuai dengan kebutuhan yang ada,” tegasnya.

 

Andrian, salah seorang peserta yang juga anggota GP Ansor Ranting Gununggangsir Kabupaten Pasuruan kepada media ini menceritakan bahwa dirinya mengetahui pelatihan ini dari media social.

 

Karena itu dirinya rela  naik motor dari Pasuruan menuju Sidoarjo karena sangat ingin mengikuti pelatihan cyber media yang dianggapnya sangat penting untuk kemajuan NU. 

 

“Pelatihan seperti sangat perlu dikembangkan terutama di seluruh pimpinan anak cabang. Panitia sudah bagus sekali meskipun ini masih baru pertama diadakan, tidak terlalu banyak yang dievaluasi,” katanya. 

 

 

Kontributor: Yuli Riyanto
Editor: Syaifullah


 

Bank Jatim (31/7)