Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Tari Lathi Meriahkan Pembukaan SIG ke-III Kopri KH Abdul Chalim Mojokerto

Tari Lathi Meriahkan Pembukaan SIG ke-III Kopri KH Abdul Chalim Mojokerto
Pembukaan SIG ke-III Kopri KH Abdul Chalim Mojokerto. (Foto: NOJ/AR)
Pembukaan SIG ke-III Kopri KH Abdul Chalim Mojokerto. (Foto: NOJ/AR)

Mojokerto, NU Online Jatim
Pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Komisariat KH Abdul Chalim Mojokerto menyelenggarakan pembukaan Sekolah Islam dan Gender (SIG) ke-III, Sabtu (23/01/2020). Kegiatan pembukaan ini di akhiri dengan dialog interaktif, serta nantinya dilanjutkan dengan kegiatan pengkaderen yang di jadwalkan hingga Ahad (24/01/2021).

 

Acara yang di pusatkan di gedung Rektorat Kampus Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto, mengusung tema 'Kepemimpinan Inspiratif Perempuan di Ruang Publik'. Tari kreasi kontemporer dari lagu Lathi yang dipopulerkan oleh Weird Genius memeriahkan pembukaan acara.

 

Hal ini merupakan ciri khas KopriKomisariat KH Abdul Chalim yang selalu menampilkan seni tari tradisional serta seni tari kontemporer dalam setiap acara.

 

"Tari kontemporer ini sengaja dikembangkan di komisariat sebagai wadah Kopri untuk menunjukkan kapasitas serta memupuk minat dan bakat kader," kata Nur Harfiyah, Ketua Kopri Komisariat KH Abdul Chalim.


Mahasiswi penerima beasiswa dari Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Rembang ini juga menjelaskan sesuai dengan tema yang diambil tentang pentingnya peran perempuan, proses kader Kopri yang hebat itu tidak selesai hanya di PMII. 

 

"Tapi harapannya bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi serta lebih memahami peran perempuan di lingkungan sekitar," jelasnya.

 

Kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat turut dihadiri ketua Kopri Mojokerto, Windy Aisty Koma. Dalam sambutannya, mahasiswi Ilmu Qur'an dan Tafsir IKHAC ini mejelaskan, saat ini implementasi adanya ranah gender di tubuh PMII ini dirasa kurang.

 

"Maka tugas Kopri sendiri nantinya harus mampu membuat pemahaman terkait gender," ujarnya.

 

 

Editor: Risma Savhira

F1 Promosi Iklan