Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Terdampak Gempa, LPBINU Blitar Lakukan Aksi Tanggap Darurat

Terdampak Gempa, LPBINU Blitar Lakukan Aksi Tanggap Darurat
Salah satu ruangan korban gempa di Malang, Sabtu (10/04/2021). (Foto: NOJ/ Moch Miftahur Rizki).
Salah satu ruangan korban gempa di Malang, Sabtu (10/04/2021). (Foto: NOJ/ Moch Miftahur Rizki).

Blitar, NU Online Jatim

Jawa Timur berduka dengan terjadinya gempa berkekuatan 6,7 skala richter tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 kilometer arah selatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (10/04/2021). Meskipun berpusat di wilayah Kabupaten Malang, namun gempa ini juga berdampak pada daerah di sekitarnya terutama daerah Mataraman, seperti Blitar, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo dan wilayah lainnya.

 

Imam Karya Bakti selaku Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Blitar menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa langkah tanggap darurat. "Terkait dampak bencana gempa yang ada di Kabupaten Blitar, LPBINU akan melakukan beberapa  langkah tanggap darurat," ungkapnya.

 

Langkah pertama yang diambil adalah melakukan pengumpulan data dan informasi melalui jejaring kelembagaan Nahdlatul Ulama (NU). Mulai dari tingkatan ranting atau desa sampai ke Pimpinan Cabang (PC) NU Kabupaten Blitar.  Kemudian dari data tersebut LPBINU akan melakukan verifikasi dan menentukan langkah prioritas untuk wilayah yang terdampak.

 

Selanjutnya LPBINU berkoordinasi dengan Potensi Relawan dan Pendanaan di Internal NU seperti Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Barisan Ansor Serbaguna (Bagana), Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Korps Pelajar Putri (KPP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

 

"Mulai besok kita mengajak LAZISNU, Bagana, CBP-IPNU dan KPP-IPPNU untuk bersinergi dan terlibat dalam aksi tanggap darurat dilanjutkan dengan rekonstruksi terhadap fasilitas umum, fasilitas kelembagaan milik NU seperti Madrasah, Masjid, Mushala dan Pondok Pesantren yang terdampak bencana gempa," ujar pria yang akrab disapa Imam tersebut.

 

Imam juga menjelaskan bahwasannya Kabupaten Blitar merupakan daerah yang cukup parah  terdampak bencana gempa ini, meliputi daerah yang berada di pesisir pantai seperti Kecamatan Wonotirto, Kademangan, Wates dan lainnya.

 

Hal ini dibuktikan mulai dari bangunan fisik berupa rusaknya fasilitas umum, seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kabupaten Blitar, Kantor Pemerintah Daerah (Pemda), Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar dan rumah warga masyarakat.

 

"Sampai malam ini kami belum menerima informasi terkait korban jiwa, dan semoga tidak ada korban jiwa di Kabupaten Blitar. Dan dari beberapa data sementara yang masuk dari jaringan relawan ke LPBINU Kabupaten Blitar ada sekitar 16-24 rumah warga yang rusak berat dan 50-60 rusak ringan hingga sedang," ungkap Imam.

 

Selanjutnya LPBINU Kabupaten Blitar  mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Blitar untuk tetap tenang, bersabar dan bertawakal serta mengambil hikmah dari bencana ini. Sebab bencana ini merupakan salah satu tanda kebesaran Allah yang ditunjukkan kepada manusia dan barangkali ini juga peringatan kepada manusia agar kita semakin dekat dan bertaubat kepada Allah.

 

"Kami mengimbau untuk masyarakat untuk bergotong royong serta terlibat untuk mengatasi dampak bencana ini bersama-sama," lanjutnya.

 

Kedepan LPBINU Kabupaten Blitar berencana untuk mengajak masyarakat melakukan istighotsah dan doa bersama dengan harapan dampak bencana ini bisa diatasi dan dapat kembali beraktivitas seperti semula.

 

 

"Kami juga mengajak Banom Internal NU untuk bersinergi saling bantu membantu mengerahkan tenaga untuk membantu masyarakat secara umum yang terdampak bencana gempa ini," pungkas Imam. 

 

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim