Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ternak ‘Menthok’, Cara Pelajar NU di Ponorogo Belajar Kemandirian Organisasi

Ternak ‘Menthok’, Cara Pelajar NU di Ponorogo Belajar Kemandirian Organisasi
Anggota PAC IPNU-IPPNU Balong, Kabupaten Ponorogo saat menyiapkan pakan ternaknya. (Foto: NOJ/ Husnul Khotimah)
Anggota PAC IPNU-IPPNU Balong, Kabupaten Ponorogo saat menyiapkan pakan ternaknya. (Foto: NOJ/ Husnul Khotimah)

Ponorogo, NU Online Jatim

Memiliki loyalitas tinggi  dan semangat  berpartisipasi dalam setiap kegiatan merupakaan karakter yang harus dimiliki seorang pelajar untuk kemajuan organisasinya. Namun hal tersebut perlu didukung oleh faktor lain, salah satunya kondisi finansial yang mencukupi.

 

Sebagai usaha sekaligus pembelajaran untuk mencukupi kebutuhan finasial organisasi, anggota Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU ) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo beternak unggas.

 

Kegiatan ternak unggas yang sudah berjalan selama satu bulan ini merupakan inovasi dari Departemen Lembaga Usaha Pelajar (LUP) dan Lembaga Ekonomi Kewirausahaan. Mereka memelihara unggas jenis menthok (itik). Menthok yang dipelihara adalah jenis menthok daging dan lokalan. Unggas ini dipilih karena memiliki pangsa pasar yang luas dan mudah pemeliharaannya. 

 

Progam kerja dari PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Balong ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian organisasi khususnya dalam meningkatkan finansial. Lokasi ternak ini ditempatkan di samping kantor sekretariat PAC IPNU-IPPNU Balong. Sedangkan dua orang ditunjuk sebagai penanggung jawab, yakni Hamid dan Alwi.

 

"Kegiatan ini orientasinya berkenaan dengan perekonomian. Saat ini organisasi kita cenderung hanya mengandalkan proposal, hal ini tentu menjadi riskan ketika kita pelaku organisasi masih mengadalkan proposal. Untuk memenuhi kebutuhan organisasi, secara umum tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan proposal,” kata Muhammad Rifai, Ketua PAC IPNU-IPPNU Balong, Rabu (02/12/2020).

 

Ia mengungkapkan, program tersebut disambut antusias oleh anggota IPNU-IPPNU. “Dan Alhamdulillah para anggota sangat antusias dalam kegaitan ini. Tanpa diperintah, mereka memiliki kesadaran menjadi pelaku organisasi yang bertanggung jawab memajukan organisasinya," ungkapnya.

 

 

Rifa’i menjelaskan, untuk sementara menthok yang dipelihara ada 4 indukan dan 1 pejantan.  Rencananya untuk mengembalikan modal nantinya setelah bertelur lalu menetas akan dijual.  “Modal awal yang dikeluarkan kisaran Rp 400.000 diperoleh dari swadaya anggota dan kas internal organisasi," jelasnya.

 

Harapan dari program ini diantaranya bisa membentuk kemandirian jiwa wirausaha anggota IPNU-IPPNU. Selain itu menjadi pembelajaran bagi anggota tentang cara berwirausaha supaya bisa memperoleh penghasilan. Apalagi bisa diterapkan untuk membiayayi pendidikan masing-masing.

 

Penulis: Husnul Khotimah

Editor: Romza


Editor:
F1 Bank Jatim