Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Terpilih Ketua IPNU Trenggalek, Jalal Ingin Menangis karena Ini tapi Malu

Terpilih Ketua IPNU Trenggalek, Jalal Ingin Menangis karena Ini tapi Malu
Muhammad Jalaludin Fajar Permadi, Ketua PC IPNU Kabupaten Trenggalek 2021 - 2023. (Foto: NOJ/ Marisa Khoirila)
Muhammad Jalaludin Fajar Permadi, Ketua PC IPNU Kabupaten Trenggalek 2021 - 2023. (Foto: NOJ/ Marisa Khoirila)

Trenggalek, NU Online Jatim

Muhammad Jalaludin Fajar Permadi, kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek kini tengah bersusah-susah bahagia. Itu dirasakan setelah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung tersebut terpilih sebagai Ketua IPNU Kabupaten Trenggalek masa khidmat 2021 – 2023.

 

Pemuda yang akrab disapa Gus Jalal ini terpilih sebagai ketua pada Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU-IPPNU Kabupaten Trenggalek 3 April lalu.

 

Menurutnya, jabatan adalah amanah. Ketika amanah tidak dijalankan dengan tanggung jawab, maka akan dipertanggung jawabkan di akhirat. "Itulah mengapa saya katakan dengan diamanahkannya jabatan ketua ini membuat saya susah juga bahagia," kata Jalal kepada NU Online Jatim, Senin (12/04/2021).

 

Selain susah dengan amanah baru yang semakin berat, ternyata ia baru saja dilantik sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek pada bulan Desember 2020 lalu.

 

"Walau ini adalah sebuah kebanggaan besar karena kali pertama ada kader dari PAC Pule yang menduduki tingkat PC, tetap berat rasanya meninggalkan PAC. Karena saya sudah tidak bisa lagi secara langsung mendampingi teman-teman di PAC saya, saya ingin nangis, tapi ya malu," imbuhnya.

 

Gus Jalal menceritakan, ia menggeluti IPNU sudah delapan tahun sejak duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar (SD). Berawal dari ajakan pamannya, ia mengenal IPNU di Kecamatan Pule. "Belum paham saya dari tujuan IPNU, jadi hanya loyal tanpa alasan dengan organisasi," katanya.

 

Ia melanjutkan, pernah suatu ketika ia mengikuti pelatihan administrasi. Bukannya mendengarkan pembelajarannya, ia malah tidur di bawah meja. Karena selain tidak paham, pemateri adalah pamannya sendiri yang setiap hari ditemuinya di rumah. 

 

"Namun dengan bertumbuhnya dewasa, saya sadar dengan tujuan IPNU. Gak hanya ngalor-ngidul grudak-gruduk," kata pemuda kelahiran tahun 1998 tersebut.

 

Gus Jalal berpesan kepada seluruh kader, khususnya di Kabupaten Trenggalek untuk tidak lagi meragukan IPNU. Melalui IPNU bakat akan digali, ditempa dengan berbagai diklat dan pengkaderan. "Gak kalah sudah dengan sekolah," ungkapnya.

 

 

Sementara itu, untuk seluruh wajah baru PC IPNU Trenggalek ia berharap bisa bekerja sama, berkolaborasi, dan berkomunikasi dengan baik. Yang mana dengan tiga hal tersebut akan membangun hubungan yang harmonis dengan sesama anggota selalu introspeksi diri serta mengutamakan kemaslahatan bersama. "Ngalah dan menyingkirkan egonya masing-masing," harapnya.

 

Editor: Romza

PWNU Jatim