Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Tikar Tarawih untuk Korban Gempa Malang

Tikar Tarawih untuk Korban Gempa Malang
Korban gempa di Tulungagung melaksanakan shalat dengan beralaskan tikar bantuan Pemprov Jatim. (Foto: NOJ/HUmas Pemprov Jatim)
Korban gempa di Tulungagung melaksanakan shalat dengan beralaskan tikar bantuan Pemprov Jatim. (Foto: NOJ/HUmas Pemprov Jatim)

Tulungagung, NU Online Jatim

Ramadlan 1442 Hijriyah tahun ini bagi korban gempabumi 6,1 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Malang terasa berbeda. Mereka harus menjalani bulan sucinya umat Islam itu dalam keterbatasan. Kendati begitu, beban mereka agak ringan karena bantuan datang dari mana-mana. Termasuk bantuan peralatan beribadah. Di posko darurat mereka diharapkan tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman.

 

Bantuan peralatan ibadah berupa macam-macam. Di antaranya tikar yang bisa dipakai korban gempa untuk melaksanakan salat Tarawih. Di Kabupaten Tulungagung, misalnya, bantuan tikar Tarawih dan lainnya diterima dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di sana, jumlah bangunan yang rusak akibat gempa lumayan banyak. Sebanyak 77 unit tempat ibadah turut rusak.

 

Selain di posko darurat, bantuan tikar Tarawih juga dikirim Pemprov Jatim ke masjid dan mushala di Tulungagung yang rusak ringan. Selain tikar, pemprov juga mendistribusikan terpal dan sajadah. Bantuan disampaikan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beberapa hari lalu.

 

"Hari ini kita kembali kirim tenda, terpal, tikar termasuk sajadah nya. Ini merupakan opsi untuk mereka menjalankan ibadah sholat tarawih," kata Khofifah setelah meresmikan gedung SMP Al Hikmah di Desa Bolorejo, Kec. Kauman Kalangbret, Kab. Tulungagung, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (16/04/2021).

 

Bantuan serupa juga didistribusikan ke kabupaten lain yang juga terdampak gempa. Seperti di Kabupaten Blitar, Malang, dan Lumajang. “Bagi saya seeing is believing. Maka kita turun melihat langsung memastikan bahwa percepatan penanganan pasca gempa terus dilakukan,” ujar Ketua Umum Muslimat NU itu.

 

Setelah rampung meresmikan SMP Al Hikmah di Desa Bolorejo, Gubernur Khofifah dan rombongan berbuka puasa bersama di Pendopo Tulungagung. Selain itu, gubernur dan rombongan juga menyempatkan salat Tarawih berjamaah di Pendopo Kabupaten Tulungagung.

 

“Alhamdulillah kita melaksanaan ibadah tarawih di Pendopo Kabupaten Tulungagung. Semoga puasa dan ibadah kita hari ini diterima Allah,” ucapnya.

 

Gubernur Khofifah pun melanjutkan kunjungan kerjanya untuk meresmikan gedung serbaguna, ruang kelas baru dan juga ruang asrama dan perpustakaan di Pondok Pesantren Panggung Tulungagung.

 

Di sana, ibu empat orang anak itu menyampaikan tentang pentingnya membangun writing society, schooling society dan reading society. Pasalnya, hal itu penting untuk ditanamkan di kalangan santri.

 

“Yang menuliskan sejarah perjuangan santri ya santri itu sendiri. Dan saat ini writing society harus dibangun, kalau bisa sejak dini. Begitu juga dengan reading society, terlebih sekarang tidak ada yang namanya susah dan mahal mendapatkan literatur,” kata Khofifah.

 

Editor: Nur Faishal

F1 Promosi Iklan