Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Tim Santri Denanyar Juara Lomba Iluminasi Mushaf Al-Qur’an Tingkat Nasional

Tim Santri Denanyar Juara Lomba Iluminasi Mushaf Al-Qur’an Tingkat Nasional
Salah satu tim santri Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang saat membuat karya Iluminasi Mushaf Al-Qur'an. (Foto: NOJ/ Adi).
Salah satu tim santri Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang saat membuat karya Iluminasi Mushaf Al-Qur'an. (Foto: NOJ/ Adi).

Jombang, NU Online Jatim

Kreativitas santri selalu bisa dikembangkan dengan baik. Dalam bidang apapun, baik di seni budaya, intelektual, maupun lainnya. Seperti kreativitas yang ditunjukkan 4 santri Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Kabupaten Jombang.

 

Keempat santri tersebut berhasil meraih Juara 3 Lomba Nasional Iluminasi Mushaf Al-Qur'an yang diselenggarankan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI.

 

Para santri itu, berhasil menjadi yang terbaik diantara kompetitornya dalam ajang yang diselenggarakan secara online  dari tanggal 14 Agustus - 30 Oktober 2020 tersebut. Sedangkan pengumuman pemenang lomba tersebut diumumkan pada tanggal 13 November 2020 melalui website resmi kemenag.go.id.

 

Zainul Mujib (25), perwakilan santri tersebut menceritakan, ia bersama tim mengikuti lomba tersebut untuk terus merangsang lahirnya ide-ide kreatif. Serta berharap selalu ada peningkatan kualitas pada karya mereka. "Selain itu, motovasi mengikuti kompetisi ini sekaligus dalam rangka untuk menyelesaikan proyek mushaf Jombang," kata Mujib, Sabtu (21/11/2020).

 

Ia menjelaskan, timnya mengambil desain iluminasi mushaf Al-Qur'an dengan mengangkat motif-motif lokal Jombang. Terutama pada motif candi Arimbi Jombang yang diharapkan bisa melestaraikan warisan budaya leluhur. "Awalnya kita lukis secara menual kemudian di digitalkan bersama tim," jelasnya.

 

Bagi Mujib, menjadi juara bukanlah tujuan utama. Namun proses yang dilalui menjadi pengalaman yang penting. "Jadi, jangan keburu sukses ya, nikmatin aja dulu prosesnya. Setelah dinyatakan mendapat juara 3 yang pasti kami bersyukur. Karena kita dapat mengukur kemampuan pribadi kita dan yang pasti kita bisa mengetahui diluar sana masih banyak orang-orang hebat (diiatas langit masih ada langit)," ujarnya.

 

Ia berharap, kedepan para santri mampu melestarikan khazanah kebudayaan Indonesia yang telah diwariskan para pendahulu. "Jika zaman dahulu para pahlawan berjuang untuk Indonesia dengan nyawa, semestinya bagi para pemuda masa kini  berjuanglah untuk Indonesia dengan karya dan cinta. Karena dengan karya kalian ada," pungkas Mujib.

 


 

Adapun pemenang lomba memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 20 juta bagi juara 1, Rp 15 juta untuk juara 2, Rp 12 juta bagi juara 3. Smentara pemenang harapan 1 memperoleh Rp 10 juta, Rp 8 juta untuk harapan 2, Rp 7 juta bagi harapan 3 dan 10 peserta favorit masing-masing mendapatkan Rp 5 juta.

 

Penulis: Adi

Editor: Romza

PWNU Jatim Harlah