Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Tips Sehat Berpuasa, Ala Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya

Tips Sehat Berpuasa, Ala Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya
dr Syifa menjadi Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya. (Foto: NOJ/istimewa)
dr Syifa menjadi Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya. (Foto: NOJ/istimewa)

Malang, NU Online Jatim

Hampir sepekan puasa bulan Ramadlan dilakukan umat Islam. Banyak perubahan baik pola makan maupun pola tidur yang tidak seperti biasanya. Ketidaktahuan kebanyakan orang bisa berakibat keluhan saat menjalani ibadah puasa.

 

Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya, sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Syifa Mustika mengatakan dalam berbuka puasa yang harus diperhatikan adalah memulai dengan makanan yang ringan dan manis. Tidak langsung makanan berat seperti nasi.

 

"Hal yang paling penting pada saat berbuka puasa, untuk merangsang energi kita dianjurkan makanan yang manis. Kalau bahasa kedokterannya glukosa, kadar gula itu yang simp, kurma contohnya," kata dr Syifa Mustika, Ahad (18/04/2021)

 

Menurutnya, lambung orang berpuasa kosong dalam waktu kurang lebih 13 jam sehari akan sagat riskan bila langsung diisi dengan makanan yang berat. Terlebih makanan yang terlalu kuat, lambung akan kaget. Dalam kondisi tertentu bisa menimbulkan perih di perut.

 

"Lambung harus butuh pemanasan dulu.

Disini ada budaya takjil, kita makan yang ringan-ringan dulu. Selesai shalat kita lanjutkan dengan makan makanan yang besar (nasi)," ujarnya kepada NU Online Jatim.

 

Dokter yang juga bertugas di RS Lavallete Kota Malang ini mengungkapkan secara umum ke pasien bahwa puasa itu menyehatkan. Terutama bagi orang-orang yang mempunyai gangguan lambung dan sebagainya justru dengan puasa biasanya lebih sehat. Karena pola makan yang teratur.

 

Terkadang dengan puasa kalau kondisinya tidak berat justru semakin lebih baik. Di satu sisi ada memang dalam kondisi orang yang punya penyakit kronis yang tidak memungkinkan untuk yang bersangkutan untuk puasa misalnya pada pasien diabetes.

 

Ada juga pada pasien dengan gagal ginjal yang mengharuskan untuk harus cuci darah. Pada kondisi-kondisi tersebut memang tidak berpuasa karena dengan adanya puasa bisa mengganggu kondisi tubuhnya.

 

"Dalam Islam juga tidak apa-apa karena kita bisa diganti dengan membayar fidyah. Namun secara umum sebetulnya puasa baik untuk kesehatan, terkecuali bagi pasien yang sudah punya penyakit kronis," ungkap perempuan yang dinobatkan 'Women of The Year Malang Raya 2020' oleh Times Indonesia.

 

Lebih lanjut, dr Syifa memperbolehkan dengan meminum es, namun sekadarnya saja. Budaya pasar takjil di Indonesia ini cukup baik dalam rangka memenuhi makanan ringan pembuka saat berbuka. Karena lambung sangat sensitif merangsang dengan makanan yang terlalu pedas contohnya. 

 

"Yang tidak boleh itu yang terlalu merangsang seperti pedas dan asam harus dihindari," tegas ibu yang juga aktif di Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) tersebut.

 

Sementara di waktu sahur, dr Syifa mengingatkan, setelah sahur tidak disarankan untuk langsung tidur. Makanan setelah masuk ke lambung, makanan akan dicerna. Kalau sedang dicerna itu sangat tidak baik kalau posisi badan langsung tidur.

 

Posisi makanan yang ada dilambung kalau digunakan untuk tidur, akan nyaman di perut. Seperti semua makanan akan kembali balik ke atas. Belum lagi efek setelah tidur, bangun tidur akan terasa berbeda dari biasanya.

 

"Itu justru memicu kondisi-kondisi seperti tidak nayaman di perut seperti sebah dan perih. Juga memperlambat metabolisme. Artinya aliran darah keseluruh tubuh jadi terlambat, terganggu. Makanya tidak disarankan," terangnya.

 

Masih menurutnya, cara paling aman makanan selepas sahur bisa mungkin sambil menunggu subuh. Bisa duduk-dukuk, atau mengaji sampai subuh. Paling tidak tenggat waktu satu jam setelah sahur. Baru kemudian kalau memang ingin istirahat tidur tidak masalah.

 

"Jangan setelah sahur langsung kembali lagi tidur itu tidak bagus," ucapnya.

 

Perihal makanan, menurutnya saat sahur harus pintar-pintar memilih makanan yang tidak memberatkan kerja usus. Kemudian hindari makan-makanan yang bersantan, gorengan, dan pedas.

 

Sebaiknya pada saat sahur kalaupun makan nasi atau mungkin yang berkuah, tidak terlalu banyak. Mungkin kering saja dengan menambah air putih untuk persediaan cairan untuk tubuh selama berpuasa.

 

"Karena itu akan mengganggu pencernaan, terus membuat kita merasa haus dan tenggorokan kering padahal masih baru, berapa jam lagi," jelasnya.

 

Kemudian karena waktu minum hanya bisa di malam hari, dimaksimalkan untuk mencicil kebutuhan minum air putih. Karena targetnya manusia minimal 8 sampai 12 gelas per hari. Hal tersebut untuk menjaga tubuh tidak sampai dehidrasi selama puasa. 

 

"Kita harus menjaga kecukupan kebutuhan air dalam tubuh. Caranya dengan mulai memperbanyak minum air putih selepas tarawih juga pada waktu sahur," pesannya.

 

Dalam beraktivitas, dirinya menambahkan tetap melakukan seperti biasa, namub tidak terlalu memforsir tenaga. Untuk menghindari lemas atau kekurangan kadar gula selama berpuasa. 

 

"Batasilah kegiatan-kegiatan yang mungkin terlalu menguras energi kecuali kalau orangnya sudah terbiasa beraktivitas tidak apa-apa," pungkas dokter yang juga penulis buku 'The New Normal Life' tersebut.

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim