Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Tumbuhkan Literasi Santri, KKN Instika Gelar Perpustakaan Keliling

Tumbuhkan Literasi Santri, KKN Instika Gelar Perpustakaan Keliling
Peserta KKN DR Instika Guluk-guluk usai menyapa santri dengan koleksi bahan bacaan. (Foto: NOJ/Firdausi)
Peserta KKN DR Instika Guluk-guluk usai menyapa santri dengan koleksi bahan bacaan. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Melalui membaca seluruh santri akan menggali bakat dan potensi, memacu peningkatan daya nalar, melatih konsentrasi, dan meningkatkan prestasi terutama ketika berada di pesantren maupun di luar atau masyarakat. Melalui membaca santri akan mengetahui segala jenis informasi yang berkembang di sekitarnya dan mengolahnya sebagai ilmu pengetahuan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

 

Karenanya, peserta Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN-DR) Posko 21 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk Sumenep memberikan pembaharuan di lingkungan Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa. Yakni mengadakan perpustakaan keliling yang diselenggarakan setiap malam selama satu bulan.

 

“Budaya membaca sangat penting bagi santri. Pembinaan tersebut merupakan langkah awal sekaligus cara yang efektif menuju terbentuknya budaya membaca sejak dini,” kata Lukmanul Hakim, Jumat (4/9/2020).

 

Ketua Posko 21 KKN-DR tersebut menegaskan bahwa walaupun kurangnya ketersediaan sarana atau jarak perpustakaan yang terlalu jauh dari asrama santri maka koleksi perpustakaan yang ada di perguruan tinggi, madrasah aliyah dan tsanawiyah, serta koleksi buku pribadi para peserta KKN-DR di daerah Lubangsa sengaja dipinjam sementara. Hal itu untuk dijadikan bahan utama santri saat berada di kamar masing-masing.

 

"Koleksi buku yang kami sediakan sangat beragam, mulai dari buku agama, sosial, ilmu alam, logika, filsafat, majalah Aula, koran, dan lainnya," ujar dia.

 

Selanjutnya, santri boleh meminjam seluruh buku yang disediakan dengan diberikan durasi pengembalian buku. Mengingat sebagian buku meminjam di beberapa perpustakaan yang berada di lingkungan Annuqayah baik di lembaga formal maupun non formal.

 

Tak sampai di situ, peserta KKN-DR sengaja mengandeng pengurus Kepustakaan, Penerbitan dan Pers (KP2); pengurus Buletin Kompak; dan pengurus Koran Lubangsa yang menjadi mediator dalam mengembangkan budaya literasi.

 

"Kami sengaja bekerja sama dengan mereka agar amanah yang diemban benar-benar terealisasikan dengan baik melalui program kami," ujarnya.

 

Kegiatan yang dipusatkan di gazebo block A Lubangsa mendapatkan apresiasi dari santri. Salah satunya Abdar Azmi Afandi yang setiap malam rutin berganti buku.

 

Menurut pandangannya, pembinaan yang dilakukan selama sebulan secara lambat laun meningkatkan pengembangan diri santri. Juga memenuhi tuntunan intelektual, meningkatkan satu bidang keilmuan, dan mengetahui hal-hal yang aktual dan faktual.

 

"Sebelum ada perpustakaan keliling, saat berada di kamar, aktivitas kami hanya terfokus pada PR atau ulangan dari guru yang ada di sekolah formal dan diniyah. Setelah itu kami nyantai," ungkapnya.

 

Namun dengan adanya program KKN-DR Posko 21, seluruh santri mulai tertarik dengan sajian buku yang sangat beragam dan didampingi mahasiswa. Hal ini dilakukan untuk membuka diskusi terkait beberapa sumber yang tidak dipahami dan membuka dialog kecil antara peserta KKN-DR dan santri.

 

"Semoga setelah usai kegiatan KKN-DR di Lubangsa, kebiasaan membaca santri tidak merosot lagi," harapnya.

 

Editor: Syaifullah

Iklan PWNU Jatim