Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ungkap Potensi Keris, Mahasiswa Instika Sumenep Juarai Lomba Vlog Budaya

Ungkap Potensi Keris, Mahasiswa Instika Sumenep Juarai Lomba Vlog Budaya
Alfian Mauludi berhasil menjadi 10 peserta terbaik. (Foto: NOJ/Firdausi)
Alfian Mauludi berhasil menjadi 10 peserta terbaik. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Sejumlah prestasi ditorehkan mahasiswa dan mahasiswi Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk, Sumenep. Hal tersebut semakin menahbiskan bahwa kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Annuqayah tersebut memiliki keunggulan dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain. 

 

Adalah Alfian Mauludi, mahasiswa semester 2 Kelas A Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) kampus setempat berhasil masuk 10 besar daring festival budaya se-Jawa Timur. Kegiatan diselenggarakan sejak Senin hingga Selasa (8-9/6). Alfian merupakan salah seorang kontingen yang diutus Pramuka Sumenep pada perlombaan vlog dan tidak membuang kesempatan tersebut.

 

Bakatnya sudah terasah ketika nyantri di Pesantren Attaufiqiyah Bluto yang mana saat itu menjadi kontingen Sumenenp di kegiatan Raimuna Nasional XI di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta.

 

"Kami selaku pimpinan selalu melakukan pendampingan ketika ada mahasiswa yang berlomba pada ajang tertentu,” kata K M Musthafa, Sabtu (4/7).

 

Wakil Rektor III Instika tersebut menjelaskan bahwa kampus merasa bangga atas prestasi yang diraih. Diharapkan capaian yang ada bisa mendorong dan menginspirasi mahasiswa lain untuk berkreasi dan menebar manfaat untuk orang lain. 

 

Kupas Potensi Keris

Keberhasilan Alfian tidak bisa dilepaskan dari pemilihan tema, sehingga menarik perhatian dewan juri. Ia mengangkat tema tentang budaya lokal yang menjadi ciri khas Kabupaten Sumenep, yakni keris. 

 

"Saya sengaja mengangkat tema tersebut karena kebetulan seluruh keluarga kami pecinta keris sekaligus mempertahankan kebudayaan para leluhur," kata Alfian. 

 

Mantan Ketua OSIS MTs dan MA Attaufiqiyah Bluto tersebut menegaskan bahwa Kabupaten Sumenep dikenal dengan julukan kota keris. Karena tahun lalu mendapat pengakuan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) selaku organisasi pendidikan, keilmuan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 

"UNESCO menyatakan bahwa empu terbanyak di Indonesia berada di Sumenep yakni ada 652 orang yang terdata pada tahun 2018 silam," jelasnya.

 

Alasan itu juga yang menggerakkannya mengambil tema 'Sumenep Kota Keris dan Rumahnya Empu' yang diapresiasi berbagai kalangan termasuk Atfi Media. 

 

"Untuk pengambilan video, kami bekerja sama dengan Atfi Media, di mana saat proses dan finishingnya mengeluarkan dana berkisar 1 jutaan untuk biaya kostum dan keris," jelasnya. 

 

Alumni Pondok Pesantren Attaufiqiyah Bluto tersebut menegaskan bahwa skill yang dimiliki saat ini dipelajari secara otodidak. Dengan kemampuannya, mampu mengenalkan Sumenep yang kaya dengan ragam kebudayaan dan kesenian, sehingga banyak kalangan luar mulai tertarik. 

 

Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Racana Pramuka KH Abdullah Sajjad tersebut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu, mulai dari proses pembuatan video hingga penuntasan penggarapan. 

 

"Tak lupa juga kami ucapkan syukran katsiran kepada seluruh jajaran guru dan dosen yang memberikan dukungan kepada kami, baik secara moril dan lainnya," pungkasnya.

 

Kontributor: Firdausi

Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim