Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Unisma Berkomitmen Bangun Pendidikan Karakter di Semua Lini

Unisma Berkomitmen Bangun Pendidikan Karakter di Semua Lini
Rektor Unisma Prof Maskuri bersama Dekan PAI dan FKIP di lantai 4 Perpustakaan Unisma. (Foto: NOJ/Dokumen Unisma)
Rektor Unisma Prof Maskuri bersama Dekan PAI dan FKIP di lantai 4 Perpustakaan Unisma. (Foto: NOJ/Dokumen Unisma)

Malang, NU Online Jatim
Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar serangkaian program Universitas Islam Malang Unggul Jelajah Akademik Merespon Persoalan Indonesia (Unismaku Jampi). Hal ini diselenggarakan untuk memperingati HUT RI ke-76, 1 Muharram 1443 serta membincang persoalan strategis di masa pandemi Covid-19 terutama di bidang pendidikan karakter.

 

Rektor Unisma, Prof Maskuri mengatakan bahwa pendidikan karakter sangat penting. Baik secara pembelajaran offline maupun online seperti sekarang ini. Selain itu, peran keluarga di rumah juga menjadi faktor penting.

 

"Pendidikan karakter sesungguhnya dimulai dari lingkungan keluarga, yaitu orang tua yang disebut dengan madrasatul ula," kata Prof Maskuri di lantai 4 Perpustakaan Unisma, (14/08/2021).

 

Kepada NU Online Jatim dirinya menuturkan peran orang tua tersebut harus lebih dominan. Karena untuk membangun karakter tidak bisa dilakukan secara instan di sekolah formal. Terlebih di masa seperti sekarang ini banyak pembelajaran melalui virtual.

 

Pendidikan karakter tidak lepas dari tripusat atau catur pusat pendidikan. Semua komponen mulai dari keluarga, masyarakat, sekolah maupun tempat-tempat ibadah ikut berperan. Ditambah kearifan lokal di era pandemi akan semakin terangkat.

 

Menurutnya, pembelajaran berbasis pada kearifan-kearifan lokal justru mendapat memontumnya. Bisa jadi ke depan di era pasca pandemi akan terus dilanjutkan.

 

"Tapi juga akan mendapatkan peluang-peluang baru pendidikan karakter seperti sekarang yang lebih mengenal online. Ini artinya, teknologi tidak hanya untuk anak-anak, namun orang tua juga sudah familiar," terang pria kelahiran Tuban tahun 1967 ini.

Namun Prof Maskuri tidak bisa memungkiri bila mahasiswa di daerah-daerah terkendala sarana prasarana. Dari perangkat yang tidak semua memiliki sampai jaringan yang belum bisa dijangkau.

 

Namun demikian, dirinya mengungkapkan bahwa Unisma sebagai lembaga pendidikan selalu mengedukasi kepada masyarakat melalui riset dan kajian-kajian akademiknya. Tidak hanya itu, program pengabdian masyarakat serta kandidat calon sarjana mengabdi terus dimasifkan selama ini.

 

"Ada pula merdeka belajar yang merupakan program Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbudristek). Kita menerjunkan ratusan mahasiswa untuk mengedukasi anak-anak bangsa sebagai peran pendampingan," ungkap alumnus Pesantren Langitan Tuban ini.

 

Rektor Unisma dua periode tersebut menambahkan bahwa model-model pendidikan karakter yang sudah baik akan terus dipertahankan. Tidak menutup kemungkinan akan berkolaborasi dengan yang lain demi sebuah kemajuan.

 

"Tetapi juga bisa memunculkan model-model pendidikan karakter lebih baik di situasi pendidikan yang lebih adaptif," tambahnya.

 

Sementara, Dekan Fakultas Agama Islam Unisma KH Anwar Sa'dullah menuturkan jika pandemi ini jangan sampai menjadi kendala dalam pembelajaran. Seluruh stakeholder harus mampu menanampakkan pendidikan karakter di manapun serta menjalankan di kehidupan sehari-hari.

 

"Kita harus mempunyai model-model pembelajaran daring untuk mengaplikasikan pendidikan karakter itu secara efektif," ungkap KH Anwar Sa'dullah.

 

Terkait pendidikan karakter, menurutnya sangat urgent dalam kehidupan baik di masyarakat atau keluarga. Kendati di era pandemi pertemuan secara langsung sangat terbatas, namun tetap bisa diatasi dengan kerja sama semua pihak.

"Maka ini harus dimunculkan strategi, tetap anak itu terbangun secara baik, meskipun ada halangan. Bahkan nanti di pasca pandemi pun, harus tetap dilanjutkan," tandasnya.

 

Senada, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr Hasan Busri menjelaskan, pendidikan karakter ini adalah esensi yang menjadi penghalus dari berbagai kemampuan dan keterampilan. Masuknya sebuah ilmu pada dasarnya adalah pendidikan karakter.

 

"Tingkat apapun karakter jangan ditinggalkan, termasuk suasana apapun pandemi Covid-19. Nuansa pendidikan karakter tetap harus menjadi identitas kita," jelasnya.


Editor:
F1 Bank Jatim