Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Unisma Lepas 839 Mahasiswa KSM

Unisma Lepas 839 Mahasiswa KSM
Pelepasan Mahasiswa KSM. (Foto: NOJ/humas)
Pelepasan Mahasiswa KSM. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Universitas Islam Malang (Unisma) melepas 839 mahasiswanya untuk bertugas sebagai Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik edisi Covid-19. Mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Agama Islam sebanyak 302 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 94 orang, Fakultas Hukum 18 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 28 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 126 orang, Fakultas MIPA 12 orang, Fakultas Pertanian 15 orang, Fakultas Peternakan 64 orang, dan Fakultas Teknik 180 orang.

 

Mereka tersebar ke seluruh daerah di Indonesia. Mulai Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, Kalimantan dan Sumatera. Bahkan diantaranya juga ada di Thailand dan Timor Leste. KSM Tematik Unisma tahun ini berbasis keilmuan dan domisili. Sabtu (30/01/2021) lalu, pelepasan KSM edisi Covid-19 tahun 2021 dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Informasi PDTT, Dr Suprapedi yang mewakili Menteri Desa PDTT RI, Drs H Abdul Halim Iskandar.

 

Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri mengatakan KSM merupakan pengganti nama dari Kuliah Kerja Nyata (KKN). KSM sendiri merupakan suatu istilah yang dicetuskan oleh Unisma agar sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kebijakan MBKM memberikan kesempatan yang luas agar masing-masing perguruan tinggi membuat terobosan baru.

 

Istilah kandidat sarjana digunakan karena sesunguhnya pada diri mahasiswa semester akhir memiliki kualitas keilmuan yang cukup memadai. Mereka juga memiliki wawasan dan keterampilan yang lebih luas, termasuk kearifan dan kepedulian.

 

“Maka inilah salah satu terobosan yang kami buat. Dengan istilah kandidat sarjana diharapkan mahasiswa KSM memikiki tangung jawab yang lebih besar ketika berada di tengah masyarakat,” kata Prof Maskuri.

 

Sementara KSM Tematik yang tahun ini berbasis keilmuan dan domisili, dijelaskan Prof Maskuri sebagai bukti Unisma mengikuti kebijakan pemerintah, yakni untuk menghindari tersebarnya Covid-19 lebih meluas. Maka dari itu, KSM dilakukan secara online dan dilaksanakan di daerah domisili masing-masing mahasiswa.

 

Para peserta KSM bertugas melakukan empowering dan pemberdayaan masyarakat. Mereka sudah dibekali dengan keilmuan dan keterampilan selama menjadi mahasiswa.

 

“Jadi kami tetap patuh dengan aturan pemerintah. KSM kita gelar daring di daerah asal mahasiswa. Dengan harapan mereka menjadi bagian dari pengembangan di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

 

Ketua LPPM Unisma, Dr Nour Athiroh mengatakan KSM edisi Covid-19 kali ini merupakan edisi kedua. KSM dirancang khusus sebagai solusi terhadap kasus Covid-19 yang semakin meningkat tajam. Baik yang terinfeksi, Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pantauan (ODP) dan lain-lain.

 

“Unisma turut berkontribusi melalui kegiatan termasuk KSM Tematik yang berbasis keilmuan dan domisili,” ucapnya.

 

Dr Athiroh menerangkan, KSM merupakan kegiatan intrakurikuler yang wajib ditempuh mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan penguatan langsung pada mahasiswa. Selama masa KSM mahasiswa bertugas mengaplikasikan program berupa mengidentifikasi potensi wilayah dan merencanakan program pengembangan.

 

Selain itu, mahasiswa bekerja sama dengan masyarakat untuk melaksanakan rencana program pengembangan berdasarkan kondisi wilayah. Implementasinya mereka mengembangkan dan memberdayakan masyarakat atau lembaga di tempat domisili masing-masing.

 

“Harapan kami mahasiswa mendapat pelajaran yang sangat berharga untuk mengasah keterampilan, wawasan dan daya nalarnya. Terutama dalam mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat sesuai dengan protokol kesehatan,” tandasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim