Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Unusa Dampingi Warga Desa di Madura dengan Bahasa Inggris

Unusa Dampingi Warga Desa di Madura dengan Bahasa Inggris
Mahasiswa Unusa dari EDSA menyampaikan pelajaran basa Inggris kepada pelajar di Sumenep. (Foto: NOJ/Unusa)
Mahasiswa Unusa dari EDSA menyampaikan pelajaran basa Inggris kepada pelajar di Sumenep. (Foto: NOJ/Unusa)

Surabaya, NU Online Jatim

English Department Student Association (EDSA) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melaksanakan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Yang dilakukan adalah dengan mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa sekolah dasar di Desa Banaresep Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

 

Salah seorang anggota EDSA, Muthia menjelaskan bahwa kegiatan dilakukan mengingat sekolah dasar di kawasan setempat tidak mendapatkan pelajaran bahasa Inggris. Karena bahasa asing tersebut masuk muatan lokal.

 

"Karenanya itu, kami mengajarkan kepada mereka bahasa Inggris," katanya, Senin (5/10/2020).

 

Muthia menjelaskan dari acara ini juga sebagai langkah memudahkan masyarakat memperoleh perkerjaan. Sebab, bahasa Inggris menjadi bahasa global yang tentu saja sangat dibutuhkan.

 

Dirinya menjelaskan bahwa mahasiswa dari EDSA Unusa sudah membentuk kelompok belajar inti yang dapat menerima pelajaran lebih awal.

 

"Sehingga harapannya dapat membantu mengajarkan kembali kepada peserta yang lain," ungkapnya.

 

Dengan pembelajaran ini, Muthia menjelaskan ke depannya masih akan membimbing siswa secara dalam jaringan (Daring).

 

"Jadi ini lebih efektif untuk pengajaran bahasa Inggris," ucapnya.

 

Tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris, mahasiswa Unusa juga menanamkan dan membiasakan siswa untuk mempelajari teknologi dalam pembelajaran.

 

"Di era digital saperti saat ini siswa juga harus bisa menggunakan teknologi untuk bisa bersaing. Jadi, kami ajarkan dan membiasakan menggunakan teknologi dalam pembelajaran," jelasnya.

 

Dari kegiatan ini, Muthia berharap masyarakat terlebih siswa bisa memahami bahasa Inggris. Karena mereka akan menerima manfaat dari penguasaan bahasa dunia tersebut.

 

"Jadi, bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta wawasan bahasa Inggris berbasis teknologi khusunya di Desa Banaresep Timur," pungkasnya.

PWNU Jatim Harlah