Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Usia 34 Tahun, Kader Ansor di Mojokerto Raih Gelar Doktor

Usia 34 Tahun, Kader Ansor di Mojokerto Raih Gelar Doktor
Muhammad Ali Rohmat berhasil meraih gelar doktor dari UIN Walisongo, Semarang. (Foto: NOJ/Istimewa)
Muhammad Ali Rohmat berhasil meraih gelar doktor dari UIN Walisongo, Semarang. (Foto: NOJ/Istimewa)

 

Prestasi membanggakan diraih Muhammad Ali Rohmad. Pria yang dilahirkan di Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto dari pasangan KH M Hasan Bisri dan Hj Mar'atus Sholihah yang keduanya adalah lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI), akhirnya meraih gelar doktor dalam usia muda, yaitu 34 tahun. Ia lulus dengan IPK 3,71 (sangat memuaskan), dan merupakan doktor ke 146 dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

 

Para guru besar yang terlibat dalam ujian terbuka itu adalah H Imam Taufiq sebagai ketua, H Fatah Syukur selaku sekretaris. Selaku promotor yakni H Amin Syukur dan Hruswan. Para penguji yakni Abdul Haris, Hj Nur Uhbiyati, H Suja'i, serta H Muhammad Sulthon.

 

 Ujian terbuka Program Studi Studi Islam atas nama Muhammad Ali Rohmad dengan disertasi berjudul Wibawa Guru dalam Interaksi Pedagogik (Studi Multisitus, Sekolah dan Madrasah di Mojokerto), pada Senin (28/12/2020) mulai pukul  13.00 hingga 15.00 WIB.

 

Muhammad Ali Rohmad tercatat sebagai dosen sekaligus Wakil Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto. Putra kedua dari lima bersaudara ini adalah alumni Pesantren Roudlotun Nasyiin Mojokerto yang diasuh oleh KH Zainul Arifin Arief dan Pesantren An-Nahdliyah Mojokerto yang diasuh KH Syafii Husni.

 

Pendidikan formalnya dimulai dari RA Halimatus Sadiyah (1992), MI Miftahus Sholah (1998), SMPN 1 Sooko (2001), MA Roudlotun Nasyiin (2004). Selanjutnya yang meraih gelar S1 dari UNIM Mojokerto (2008), S2 dari IAIN Sunan Ampel Surabaya (2011), dan S3 di UIN Walisongo Semarang (2020). Selain itu juga pernah belajar di Kampung Inggris BEC Pare Kediri (TC 104, 2009).

 

Sosok dikenal murah senyum, sederhana dan rendah hati dan kegemarannya adalah  berorganisasi. Tak heran jika ia menjadi pengurus organisasi kepemudaan dan berkesempatan merintis satu lembaga pendidikan Islam dan sosial yang bernama Al-Khasaniyah.

 

Karir organisasinya adalah menjadi pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dari pengurus ranting tahun 2005 sampai 2010 menjadi Koordinator bidang kaderisasi di Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur.

 

Tercatat juga sebagai Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mojokerto sejak 2017 sampai sekarang. Demikian pula merupakan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Kabupaten Mojokerto sejak 2014 sampai sekarang. Dan Ketua PC GP Ansor Mojokerto, Ali Mohamad Nasih menyatakan bangga punya kader seperti Ali Rohmat yang hari ini menjadi doktor.

 

Ali Rohmad menyatakan bahwa guru merupakan komponen utama dalam pendidikan, yang peranannya belum tergantikan oleh siapapun. “Ia bertanggung jawab atas suksesnya pendidikan nasional,” katanya.

 

Guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran, tetapi juga dituntut untuk menguasai nilai-nilai moral spiritual untuk ditransfer kepada peserta didik. Namun banyak diberitakan di media cetak maupun elektronik bahwa ada guru yang diremehkan oleh siswa.

 

“Oleh karena itu guru harus berwibawa agar dapat menjalankan tugasnya secara efektif,” tegasnya.

PWNU Jatim