Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Vaksinasi di Pesantren Mahika Sidoarjo, Santri Diminta Tetap Jaga Prokes

Vaksinasi di Pesantren Mahika Sidoarjo, Santri Diminta Tetap Jaga Prokes
Pelaksanaan vaksinasi hari pertama yang diselenggarakan oleh Pesantren Mahika Putat, Tanggulangin, Sidoarjo. (Foto: NOJ/Yuli Riyanto).
Pelaksanaan vaksinasi hari pertama yang diselenggarakan oleh Pesantren Mahika Putat, Tanggulangin, Sidoarjo. (Foto: NOJ/Yuli Riyanto).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Vaksinasi pada santri menjadi salah satu upaya dalam menekan penularan Covid-19 di lingkungan pesantren. Mengingat pesantren selain menjadi tempat para generasi muda menempa ilmu agama, juga merupakan salah satu ujung tombak ketahanan kesehatan di tengah masyarakat.

 

Hal ini yang mendasari Pesantren Manba’aul Hikam (Mahika) Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo untuk menghelat vaksinasi kepada 1200 santri. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari (24-25/08/2021) yang dipusatkan di gedung madrasah milik pesantren dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

 

Pengasuh Pesantren Mahika KH Abdul Wahid Harun menuturkan, sejak awal munculnya pandemi, pesantren selalu sigap mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid-19.

 

“Dengan vaksinasi ini, semoga bisa menekan laju penyebaran Covid-19. Dan santri bisa beraktivitas maksimal dengan tetap mematuhi prokes,” tutur kiai yang juga Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo tersebut.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Kesehatan Yayasan Pesantren Mahika, Gus Bahron Nafi’ mengatakan, pesantren terus berupaya menjaga kesehatan para masyayikh, guru, dan santri agar tidak terpapar Covid-19, salah satunya dengan melaksanakan vaksinasi sebagai ikhtiar dhahir.

 

“Vaksinasi bagi santri usia 12-18 tahun ini sebagai langkah preventif dalam memutus penularan Covid-19. Setidaknya dengan vaksin dapat mengurangi resiko penularan dan gejala berat,” katanya kepada NU Online Jatim, Selasa (24/08/2021).

 

Gus Bahron menegaskan, dalam pelaksanaan vaksinasi ini Pesantren Mahika bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo dan Komando Daerah Militer V/Brawijaya (Kodam V/Brawijaya), adapun tenaga medisnya dibantu oleh Puskesmas Tanggulangin.

 

“Sebelum adanya program vaksin untuk usia 12-18 tahun dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, pada Bulan Januari lalu kami sudah mengadakan vaksinasi bagi seluruh pengurus pesantren, ustadz dan ustadzah, serta karyawan yang berusia 18 tahun ke atas,” tegasnya.

 

Dijelaskannya, untuk menghindari kerumunan, vaksinasi dilaksanakan secara bergelombang dan berlangsung selama dua hari. Sebelumnya, para pengurus melakukan sosialisasi terkait agenda vaksinasi kepada seluruh wali santri agar para santri bersedia mengikutinya.

 

 

“Kami berharap agar pengasuh dan seluruh keluarga besar Pesantren Mahika terhindar dari Covid-19 dan kegiatan ini dapat membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi. Karena kita sebagai warga negara berkewajiban membantu pemimpinnya untuk mengatasi persoalan di negeri ini,” pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Editor:
F1 Bank Jatim Syariah (6/12)