Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Vaksinasi Santri di Sumenep Terus Digenjot meski Covid-19 Melandai

Vaksinasi Santri di Sumenep Terus Digenjot meski Covid-19 Melandai
Vaksinasi santri dan pelajar di Pesantren Nasyrul Ulum Aangedake, Bluto, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Vaksinasi santri dan pelajar di Pesantren Nasyrul Ulum Aangedake, Bluto, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Upaya pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 terus digencarkan, meski Covid-19 melandai, salah satunya program vaksinasi khusus santri dan pelajar. Kali ini Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, yang melakukan vaksinasi massal di aula Ar-Rachmah, Sabtu (18/9/2021).

 

Kiai Zamzami Sabiq Hamid, Wakil Pengasuh  Pesantren Nasyrul Ulum, mengutarakan, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bluto. Sasarannya adalah seluruh santri, dan masyarakat setempat.

 

“Kurang lebih ada 150-an yang sudah divaksinasi,” katanya.

 

Dijelaskan pula, pesantren mengawali dengan mengumpulkan wali santri untuk mengkomunikasikan program vaksinasi. Di samping itu membuat gambar-gambar para masyayikh NU yang sudah divaksin  untuk meyakinkan mereka.

 

“Hari ini masih tahap pertama. Insya Allah tahap kedua akan dilaksanakan dua minggu lagi,” tutur Sekretaris Rabithah Ma'ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Sumenep itu.

 

Tak hanya itu, Kiai Zamzami bersyukur bahwa sampai saat ini santri tidak mengalami keluhan setelah disuntik vaksin. Jika ada gejala atau pun sakit, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan tenaga medis terdekat.

 

“Saya dan istri sudah divaksin. Mayoritas seluruh guru juga telah divaksin. Semoga terus sehat bagi santri dan masyarakat bagi yang baru divaksinasi,” doanya.

 

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep itu menegaskan, vaksinasi merupakan bagian dari ikhtiar yang dilakukan dalam rangka menghadapi pandemi. Sebab ikhtiar penting sebelum manusia bertawakal kepada Allah SWT.

 

“Bagi warga Aengdake yang belum divaksin, pesantren kami terbuka,” tandasnya.

 

Editor: Nur Faishal


Editor:
F1 Bank Jatim