Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Wakil Ketua NU Jatim Ingatkan Bahaya Fitnah yang Terlanjur Disebar

Wakil Ketua NU Jatim Ingatkan Bahaya Fitnah yang Terlanjur Disebar
KH Reza Ahmad Zahid, Wakil Ketua NU Jatim. (Foto: Istimewa)
KH Reza Ahmad Zahid, Wakil Ketua NU Jatim. (Foto: Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim mengingatkan bahaya fitnah saat Ngaji Virtual Milenial yang diadakan NU Online Jatim, Jumat (30/07/2021) malam.

 

Selain itu, dalam acara dengan tema ‘Menyikapi Carut Marut Infodemik saat Pandemi’ yang disiarkan secara langsung melalui akun Instagram dan Fanspage Facebook NU Online Jatim itu, Gus Reza sebagai narasumber juga mengungkapkan tiga poin penting menghindari informasi hoaks.

 

Dalam acara yang disiarkan secara langsung melalui akun Instagram dan Fanspage Facebook NU Online Jatim itu, Gus Reza bercerita. Suatu ketika, ada ulama yang difitnah oleh seseorang tentang apa yang dilakukannya dikabarkan melanggar syariat agama.

 

Kemudian informasi itu disebarkan kepada khalayak. Dan pada suatu tempo kebenaran terbuka: ternyata orang yang difitnah tidak melakukan hal tersebut. Kemudian orang yang memfitnah meminta maaf atas apa yang dilakukan. Ulama yang kena fitnah pun memaafkan.

 

Tapi kemudian ulama tersebut bertanya satu hal kepada orang yang menyebar fitnah. “Aku memaafkan, tapi bagaimana dengan apa yang terjadi, berita tersebut diterima oleh khalayak dan terus menerus bertaburan seperti halnya debu, dan itu tidak akan bisa kamu hentikan. Apakah kamu bisa menghentikan tebaran debu? Tentu tidak bisa,” kata Gus Reza menirukan pernyataan ulama yang difitnah tersebut.

 

Pengasuh Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo, Kediri itu kemudian mengingatkan bahwa fitnah yang sudah menyebar akan terus menerus tersebar. “Maka dari itu, al-fitnatu asyaddu minal qatl, fitnah itu lebih bahaya dibanding pembunuhan. Orang dibunuh, selesai ketika selesai pembunuhan. Tapi fitnah akan selalu terus bertebaran,” ungkapnya ditulis NU Online, Sabtu (31/07/2021).

 

Gus Reza juga membeberkan, bahwa saat ini track record dan jejak digital itu terus menerus akan tersimpan. “Apa yang kita lakukan terus-menerus akan tersimpan hingga satu atau dua generasi, masih akan tetap tahu apa yang dilakukan oleh generasi pendahulunya,” tandasnya.

 

Oleh karena itu, ia berpesan agar senantiasa bijak dalam bermedia sosial. Sebab saat ini media sosial sudah menjadi arena kehidupan yang hamper tidak berbeda dengan dunia nyata.

 

 

Adapun acara ngaji virtual milenial ini dipandu redaktur NU Online Jatim, Risma Savhira. Kegiatan ini rutin diadakan NU Online Jatim untuk menyajikan pengajian secara virtual khususnya kepada kalangan milenial.


Editor:
F1 Bank Jatim