Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Wakil Rais NU Sumenep Ingatkan soal Berkurangnya Kiai Zuhud

Wakil Rais NU Sumenep Ingatkan soal Berkurangnya Kiai Zuhud
Tahlil malam kedua wafatnya Kiai Imron MWCNU Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Tahlil malam kedua wafatnya Kiai Imron MWCNU Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

KH M Zainur Rahman Hammam, Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, mengingatkan tentang makin sedikitnya ulama dan kiai zuhud setelah banyak yang meninggal, di antaranya KH Imron Syahruddin, tokoh NU Pragaan yang wafat beberapa

 

Hal itu disampaikan Kiai Zainur saat memberikan tausiyah dalam acara tahlil atas wafatnya Kiai Imron di Majid Nurul Huda pada Jumat (24/09/2021) malam. Menurut Kiai Zainur, wafatnya Kiai Imron bukan hanya musibah bagi keluarga, tapi juga musibah bagi seluruh warga, terutama Nahdliyin.

 

“Sebab orang yang telah mendoakan kita, baik di kala kita sedang suka dan sedih sudah dipanggil oleh Allah SWT,” ujar Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan itu.

 

Dengan wafatnya Kiai Imron, Kiai Zainur meminta agar warga harus merestart diri dengan meningkatkan keimanan masyarakat, khususnya warga NU. “Jika sebelumnya Kiai Imron mendoakan kita, sekarang sudah tidak ada.”

 

“Keberadaan kita di sini dalam rangka ihsan atau berbuat kebaikan. Kita bersedekah yasin, tahlil, dan sejenisnya. Sedangkan pihak keluarga memberikan timbal balik,” imbuh pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri Prenduan itu.

 

Dijelaskan pula, warga yang ikhlas berangkat dari rumah atau meluangkan waktu untuk mendoakan almarhum dan menghadiahkan pahala akan diberikan kepada guru dan orang-orang salih.

 

“Memuliakan orang tua, guru, dan orang shaleh baik yang masih hidup dan meninggal dunia harus diistiqomahkan, sebab mereka kerap mendoakan kita. Sebaliknya kita bisa memohon ampunan kepada Allah SWT,” ujar Kiai Zainur.


Editor:
F1 Bank Jatim