Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Warga Desa di Bangkalan Ini Peringati Maulid dengan Berebut Uang Koin

Warga Desa di Bangkalan Ini Peringati Maulid dengan Berebut Uang Koin
Warga berebut uang receh yang dilempar tuan rumah. (Foto: NOJ/OKz)
Warga berebut uang receh yang dilempar tuan rumah. (Foto: NOJ/OKz)

Bangkalan, NU Online Jatim

Berbagai cara dilakukan masyarakat Bangkalan dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Salah satunya dengan bersedekah.

 

Namun, dalam memberikan sedekah uang tidak seperti pada umumnya, melainkan dengan cara dilempar. Secara otomatis uang yang dilempar merupakan uang logam. Akibatnya, warga harus berebut untuk mendapatkan uang receh.

 

Tradisi unik ini hanya ditemui di Kampung Sogeh, Desa Ba'engas, Kecamatan Labang. Kegiasaan tersebut digelar pada 11 Rabiul Awal. Tidak hanya masyarakat yang kurang mampu berebut uang logam, tapi dari warga berkecukupan juga ikut berebut.

 

Tak pelak, tradisi berebut uang receh berlangsung meriah. Uang receh sendiri ditabur oleh warga yang mengadakan maulid Nabi. Pada hari ini warga yang menggelar maulid jumlahnya cukup banyak. Bahkan, hampir satu kampung.

 

"Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Sogeh setiap tahun sekali. Setiap bulan Maulid Nabi Muhammad SAW (Rabiul Awal)," terang tokoh pemuda setempat, Achmad Rosyid, beberapa waktu berselang.

 

Menurut Rosyid, tradisi berebut uang receh dilakukan secara bergilir dari rumah yang satu ke rumah lain. Masyarakat mempertahankan tradisi itu sejak dulu sampai sekarang.

 

"Mulai dari anak kecil, remaja dan orang tua, semuanya ikut antusias merayakan tradisi tersebut. Bukan karena nominal yang kami dahulukan. Namun lebih ke tradisi yang kami pertahankan," ucapnya.

 

Selain itu, sambungnya, tidak hanya masyarakat biasa yang ikut berebut receh. Tapi yang sudah berkecukupan juga ikut meramaikan tradisi ini. Pihaknya berharap tradisi berebut uang receh tetap terjaga.

 

"Ini (lempar uang receh) hanya sedekah saja yang caranya berbeda dengan daerah lain. Kalau di desa-desa lain diberi dengan amplop tanpa berebut. Cuma di desa kami yang mempertahankan tradisi tersebut," pungkasnya.

 

Penasaran? Silakan menyempatkan waktu hadir di kampung ini, tentunya di waktu yang tepat.

 

Iklan promosi NU Online Jatim