Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Yayasan Aswaja Malang Bangun TPQ dan Rumah Yatim

Yayasan Aswaja Malang Bangun TPQ dan Rumah Yatim
Lokasi pembangunan TPQ dan Rumah Yatim. (Foto: NOJ/ Machan Jazuli).
Lokasi pembangunan TPQ dan Rumah Yatim. (Foto: NOJ/ Machan Jazuli).

Malang, NU Online Jatim

Yayasan Ahlussunah wal Jama'ah (Aswaja) yang berlokasi di Jalan Kanjuruhan Asri Blok A Nomor 28 Kelurahan Tlogo Mas Lowokwaru Kota Malang bakal memiliki gedung Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan Rumah Yatim.

 

Ketua Pembangunan sekaligus Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta'lif wa Nasr (LTN) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang, A Diny Hidayatullah mengatakan, pembina yayasan melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung TPQ dan Rumah Yatim pada hari Rabu, (17/02/2021).

 

"Bersama dengan masyarakat, dan pembina yayasan, kebetulan pembinanya Abah Anton Mantan Walikota Malang, sekaligus beliau yang mewakafkan tanah ini," kata Diny sapaan akrabnya.

 

Pihaknya merencanakan pengembangan tahap pertama pembangunan TPQ. "Nanti tahap selanjutnya lantai dua rencananya pembangunan rumah yatim. Sekarang pemasangan struktur bangunan, sampai nanti tahap awal dak, cor, untuk plat lantai duanya," tuturnya.

 

Pria yang juga dosen UIN Maliki Malang tersebut mengatakan, target pembangunan dijadwalkan satu tahun. Karena pembangunam ini bersifat swadaya dari masyarakat dan donatur sukarela. "Kami tidak bisa memastikan secara pasti, cuma nawaitunya (niatnya) orang-orang ini satu tahun selesai," ungkapnya.

 

Rencana Anggaran Biaya (RAB)-nya disusun oleh beberapa dosen teknik baik dari Universitas Negeri Malang (UM) maupun Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang membantu desain bangunan dan menghitung rencana pengeluaran.

 

"Direncanakan tahap pertama ini Rp 300 juta. Saat peletakan batu pertama tadi sudah terkumpul alhamdulillah sudah Rp 106 juta untuk proses pembangunannya," ujarnya.

 

Jumlah santri TPQ menurutnya saat ini kurang lebih ada 40 dari anak-anak warga sekitar dengan beberapa pelajaran dasar keislaman. Mengaji setiap hari Senin sampai Jum'at.

 

"Hari Selasa ada ngaji Imla', Al-Qur'an, Bahasa Arab, Rabu ini ada Fasholatan, kalau Kamis ada Diba'an, kalau habis asyar TPQ semua. Kalau Senin dan Jum'atnya ngaji orang tua kitab kuning," papar doktor muda Bahasa Arab ini.

 

Ia berharap dan memohon doa restu dari siapapun untuk kelancaran pembangunan ini. "Mengundang tokoh masyarakat, ustadz, guru TPQ, dan warga sekitar untuk menyaksikan meminta doa restu agar pembangunan TPQ ini berjalan lancar, dan bisa bermanfaat untuk banyak umat," ujarnya.

 

 

Selain itu, ia menambahkan, pembangunan ini awalnya berdasarkan dari keresahan masyarakat. Karena kebanyakan perumahan warga pendatang, anaknya sudah butuh pendidikan Islam namun disekitar belum ada. 

 

"Keinginannya bisa ngaji anaknya. Kemudian tambah banyak santrinya, fasilitasnya dirasa perlu ditambah," pungkasnya.

 

Penulis: Madchan Jazuli

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim