Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Atasi Kekosongan Pengurus, NU Ranting Mergosari Tarik Adakan Musran

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Mergosari, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo mengadakan Musyawarah Ranting (Musran) untuk mengisi kekosongan kepengurusan semenjak wafatnya Ketua NU Mergosari almarhum H Abdurrahman beberapa bulan lalu.

 

Musran ini dilangsungkan di Masjid Baiturrahim, Dusun Mergojok desa setempat, Jum’at (11/06/2021) malam. Dihadiri oleh sejumlah pengurus harian MWCNU Tarik, Kepala Desa Mergosari, pengurus ranting, dan tamu undangan lainnya.

 

Ketua MWCNU Tarik H Siaman dalam kesempatan tersebut mengajak semua peserta Musran untuk memilih ketua yang aktif dan terarah dalam menjalankan keorganisasian PRNU Mergosari guna melanjutkan apa yang telah dilaksanakan oleh almarhum H Abdurrahman.

 

“MWCNU Tarik saat ini terus berbenah dari mulai menghidupkan Lembaga dan Badan otonom (Banom), memang sangat perlu dorongan dari 20 ranting yang ada di Kecamatan Tarik, karena ranting adalah pondasi utama MWCNU Tarik,” tuturnya.

 

Dalam Musran tersebut, Zainul Arifin secara aklamasi terpilih sebagai ketua PRNU Mergosari, setelah mendapatkan persetujuan dari semua peserta Musran yang berasal dari perwakilan tanfidziyah anak ranting, dan Ustadz Rohmad Sawaluddin kembali terpilih sebagai Rais.

 

Dalam sambutan singkatnya, Ketua PRNU Mergosari terpilih Arifin mengatakan, kedepan akan membuat banyak program untuk  membumikan dan mendarah-dagingkan NU di kawasan desa setempat.

 

“Kedepan kami akan membuat program-program  untuk membumikan dan mendarah-dagingkan NU kepada masyarakat Desa Mergosari,” katanya.

 

Sementara itu, Rais PRNU Mergosari Ustadz Rohmad Sawaluddin menegaskan, akan terus mengajak warga Desa Mergosari untuk bersama-sama memperbaiki perbedaan di antara umat Islam yang ada di Desa Mergosari melalui wadah NU.

 

“Karena memang dengan prinsip tasamuh (toleran), tawazun (keseimbangan) dan tawasuth (moderat) Nahdlatul Ulama akan mampu menjadi perekat umat,” tegasnya.

 

Mengenang kiprah dan perjuangan almarhum H Abdurrahman untuk organisasi NU, Wakil Ketua PRNU Mergosari Agus menceritakan, bahwa almarhum dikenal sebagai sosok kader NU yang mempunyai loyalitas tinggi serta sering aktif dalam kegiatan-kegiatan NU.

 

“Baik di tingkat ranting atau MWCNU Tarik, sebelum wafat Ustadz Rahman sangat aktif mengikuti kegiatan sosialisasi Covid-19 kerjasama dengan Polsek, Pukesmas, dan MWCNU Tarik. Almarhum juga tercatat sebagai salah satu peserta PKPNU angkatan pertama yang diselenggarakan oleh MWCNU Tarik,” tutupnya.

 

Penulis: Yuli Riyanto

Bank Jatim (31/7)