• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Khutbah

Khutbah Jumat Bulan Sya’ban: Saatnya Meningkatkan Kualitas Ibadah

Khutbah Jumat Bulan Sya’ban: Saatnya Meningkatkan Kualitas Ibadah
Banyak peristiwa dan hikmah di bulan Sya'ban yang layak direnungi. (Foto: NOJ/NU Network)
Banyak peristiwa dan hikmah di bulan Sya'ban yang layak direnungi. (Foto: NOJ/NU Network)

Bulan Sya'ban adalah waktu istimewa untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Baik ibadah pribadi, terutama sosial. Karena bila diberi umur panjang akan bertemu dengan Ramdhan. Dengan demikian, inilah kesempatan emas untuk latihan agar memiliki kebiasaan positif selama Ramadhan.

Demikian pula, Sya'ban memiliki aneka peristiwa penting yang layak untuk diketahui dan melakukan perenungan. Sekali lagi, dengan mengetahui sejumlah kejadian penting tersebut agar berdampak baik kepada diri.

Naskah khutbah ini dapat diperbanyak untuk disebar di sejumlah masjid sebagai tambahan bacaan. Demikian pula bisa dibaca di masjid, tempat khatib mendapatkan jadwal. Cukup arahkan ke tanda printer, maka naskah sudah bisa digandakan.         


Khutbah Pertama


   إنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَهْدِيهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ مَنْ بَعَثَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ هَادِيًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الأَمَانَةَ وَنَصَحَ الأُمَّةَ فَجَزَاهُ اللهُ عَنَّا خَيْرَ مَا جَزَى نَبِيًّا مِنْ أَنْبِيَائِهِ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى كُلِّ رَسُولٍ أَرْسَلَهُ. أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللهِ، فَإِنِّي أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيرِ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ: ﴿يَآ أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾. الْحَجّ: 77 


Jamaah Jumat yang Berbahagia
Tidak ada pilihan bagi manusia khususnya warga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin kecuali terus meningkatkan takwallah. Hal tersebut dibuktikan dengan menjalankan perintah dan menjauhi yang dilarang. Kalau setiap pekan pesan takwallah disampaikan dan terus ada upaya peningkatan, maka dapat dibayangkan betapa damai kita hidup di dunia ini.


Jamaah yang Dirahmati Allah
Hari ini kita tengah berada di bulan Sya’ban 1443 H. Pertanyaannya, apa saja yang dianjurkan Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam dalam bulan Sya’ban? Apa saja keutamaan bulan Sya’ban? Peristiwa-peristiwa penting apa saja yang terjadi pada bulan Sya’ban? 


Pada kesempatan singkat ini, khatib akan menjelaskan sejumlah hal di atas sebagai bekal kepada diri dan jamaah agar dapat mengisi bulan istimewa ini dengan Khidmah terbaik. 


Jamaah Jumat Rahimakumullah
Rasulullah memberikan teladan kepada kita bahwa selama bulan Sya’ban memperbanyak puasa. Hal tersebut sebagaimana diceritakan Sayyidah Aisyah Radliyallahu Anha: 


 مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ. أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ 


Artinya: Tidaklah aku melihat Rasulullah Shallallahu Aalaihi Wasallam berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadhan dan aku tidak melihat beliau berpuasa sebanyak pada bulan Sya’ban. (HR Al-Bukhari dan Muslim).

 


Rasulullah juga menjelaskan kepada kita mengapa memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Hal ini seperti disampaikan sahabat Usamah bin Zaid Radliyallahu Anhu: 


 قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ. أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ 


Artinya: Usamah bin Zain bertanya: Wahai Rasulullah, aku tidak melihatmu berpuasa sebanyak pada bulan Sya’ban. Nabi bersabda: Sya’ban adalah bulan yang dilalaikan oleh manusia, yang jatuh antara Rajab dan Ramadhan. Sya’ban juga bulan diangkatnya amal perbuatan secara umum (yang dilakukan selama setahun) ke suatu tempat di langit yang dimuliakan oleh Allah Sang Pemilik alam semesta, dan aku senang jika amal perbuatanku diangkat sedangkan aku dalam keadaan berpuasa. (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi)  


Jamaah yang Berbahagia
Terkadang, Rasulullah berpuasa Sya’ban, lalu menyambungnya dengan Ramadhan seperti disampaikan oleh Sayyidah Aisyah Radliyallahu Aanha: 


 كَانَ أَحَبَّ الشُّهُوْرِ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَصُوْمَهُ شَعْبَان ثُمَّ يَصِلَهُ بِرَمَضَانَ. أَخْرَجَهُ أحمدُ وأبو داودَ والنَّسَائِيُّ 


Artinya: Bulan yang paling disenangi Rasulullah untuk berpuasa sunah di dalamnya adalah Sya’ban, kemudian menyambungnya dengan puasa Ramadhan. (HR Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa’i) 


Bahkan Rasulullah terkadang berpuasa Sya’ban sebulan penuh dan terkadang berpuasa di sebagian besar bulan Sya’ban seperti diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Para ulama salaf juga memberikan keteladanan kepada kita bahwa jika bulan sya’ban telah tiba, mereka banyak membaca Al-Qur’an serta menunaikan zakat mal untuk membantu orang-orang mempersiapkan bekal memasuki Ramadhan. Mereka juga meninggalkan berbagai kesibukan duniawi dan beralih untuk bersiap-siap menyambut bulan suci Ramadhan. Di bulan Sya’ban, mereka memperbanyak puasa, dzikir dan shalat malam. Mereka menamakan Sya’ban sebagai syahrul qurra’ (bulan para pembaca Al-Qur’an). 


Jamaah Jumat Rahimakumullah
Di bulan Sya’ban ini juga terdapat satu malam yang berlimpah berkah dan bergelimang kebaikan, yaitu malam Nisfu Sya’ban atau malam 15 Sya’ban yang tahun ini jatuh pada Kamis malam, tanggal 17 Maret 2022. 


Ada beberapa hadits tentang keutamaan malam nisfu Sya’ban. Di antaranya sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam: 


 إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا. رواه أبو دود 


Artinya: Jika tiba malam nishfu Sya’ban, maka shalatlah (sunah) pada malam harinya (malam lima belas) dan berpuasalah (sunah) pada siang harinya (hari kelima belas). (HR Ibnu Majah) 


Meskipun hadits ini berstatus dhaif atau lemah, akan tetapi para ulama menyatakan bahwa hadits dhaif boleh diamalkan pada anjuran melakukan keutamaan amal perbuatan. Dan hadits itu masuk dalam keumuman dalil syara yang dapat dipedomani. Apalagi Imam Ibnu Hibban menyatakan kesahihan sebagian hadits tentang keutamaan malam nishfu Sya’ban. Di antara hadits yang dinilai sahih adalah: 


 يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ. رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ والطَّبَرَانِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ 


Artinya: Allah merahmati para hamba-Nya di malam nishfu Sya’ban, maka Ia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang yang musyrik dan seorang muslim yang ada permusuhan, kedengkian dan kebencian terhadap muslim lain karena urusan duniawi. (HR Ibnu Hibban, At-Thabarani dan Al-Baihaqi) 


Imam Syafii mengatakan dalam kitab Al-Umm: Telah sampai berita kepada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, malam hari raya Idul Adha, malam Idul Fitri, malam satu Rajab dan malam nisfu Sya’ban. 


Maasyiral Muslimin Rahimakumullah
Ada beberapa peristiwa penting dalam lintas sejarah yang terjadi di bulan Sya’ban, di antaranya adalah: 
1. Pada bulan Sya’ban tahun kedua hijriah, turun perintah tentang kewajiban berpuasa Ramadhan. 
2. Pada Sya’ban tahun keenam hijriah, terjadi perang Banil Mushthaliq. 
3. Pada Sya’ban tahun 333 H, Imam Abu Manshur al-Maturidi wafat. 
4. Pada Sya’ban tahun 324 H, Imam Abul Hasan al-Asy’ari wafat. 
Kedua imam tersebut sangat berjasa dalam memperjuangkan dan membela akidah Islam, akidah yang dibawa dan diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya radliyallahu anhum. Karena keduanya tidaklah membawa akidah baru. Ibarat seorang petani, yang berdua lakukan adalah merawat tanaman, menyirami dan memupuknya serta memagari sekelilingnya untuk menjaganya dari siapa pun atau apa pun yang berpotensi merusaknya. Demikian pula keduanya tidak menanam benih, sebab benihnya sudah ada. Dikarenakan jasa-jasanya, golongan Ahlussunnah wal Jamaah kemudian dinisbatkan kepada keduanya. Jika disebut Ahlussunnah wal Jama’ah, maka yang dimaksud adalah para penganut madzhab Asy’ari dan Maturidi dalam bidang akidah (Asy’ariyyah dan Maturidiyyah). 


Jamaah yang Berbahagia
Demikian khutbah yang singkat ini. Mudah-mudahan bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua. Amin ya rabbal alamin. 


 أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. 


Khutbah Kedua



   إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ، وَعَلٰى إِخْوَانِهِ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَارْضَ اللهم عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَآلِ الْبَيْتِ الطَّاهِرِيْنَ، وَعَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الْأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْنَ، أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَمَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَعَنِ الْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ. مَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَاتَّقُوْهُ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلٰى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمحَن، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاتَّقُوْهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مَخْرَجًا، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.


Khutbah Terbaru