• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 26 Mei 2022

Khutbah

Khutbah Singkat Terbaru: Meneladani Kasih Sayang Nabi Muhammad

Khutbah Singkat Terbaru: Meneladani Kasih Sayang Nabi Muhammad
Berikut khutbah Jumat singkat di bulan maulid. (Foto: NOJ/LKr)
Berikut khutbah Jumat singkat di bulan maulid. (Foto: NOJ/LKr)

Dalam kajian kitab fiqih, pelaksanaan khutbah Jumat hendaknya lebih singkat. Justru yang harus dipanjangkan adalah bacaan dalam shalat Jumat itu sendiri. Materi pesan kepada jamaah shalat Jumat diharapkan lebih ringkas, berbobot dan praktis.

Karenanya, pada materi khutbah kali ini disampaikan materi yang lebih singkat dan simpel. Dengan harapan, jamaah dapat kembali melaksanakan pekerjaan maupun kebutuhan lain secara tenang.  

Dan tema khutbah kali ini masih seputar perilaku dan contoh dari sifat dan sikap Nabi Muhammad dalam keseharian. Yakni lebih menekankan kepada kasih sayang, dengan menabr kebaikan kepada sesame manusia dan makhluk lainnya.  

Yang tidak kalah penting, marilah kesempatan Jumat ini digunakan meningkatkan takwallah. Hal itu penting agar dari hari ke hari kita menemukan pencarian sebagai muslim sejati. 

Untuk mencetak naskah khutbah, silakan klik ikon print berwarna merah di bawah artikel. Dan berikut teks khutbah Jumat berjudul: "Meneladani Kasih Sayang Nabi Muhammad". Semoga memberikan manfaat. (Redaksi)

 

Khutbah Pertama

 

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْ هَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ 

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah
Marilah kesempatan istimewa hadir di masjid ini kita maksimalkan dengan saling mengingatkan untuk menambah takwallah. Yakni menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. 

 

Hadirian yang Berbahagia
Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang. Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk menebarkan kasih sayang bagi seluruh alam semesta.  Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al Anbiya’ ayat 107:


 وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ 

 

Artinya: Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS al-Anbiya’: 107) 

 

 

Menurut Imam Thabari dalam Tafsir at-Thabari juz 16 halaman 439, ayat di atas secara jelas menyatakan bahwa Nabi Muhammad diutus Allah SWT untuk menebarkan kasih sayang bagi seluruh umat manusia, tanpa ada pengecualian, baik muslim maupun non-muslim. Berdasarkan ayat tersebut sebuah keharusan bagi setiap manusia untuk saling menyayangi satu dengan lainnya. 

 

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahih Bukhari, juz 1 halaman: 11, Nabi bersabda:


 المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ 

 

Artinya: Seorang muslim adalah orang yang tidak melukai saudara muslim lainnya baik dengan lisan dan tangannya, orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan larangan Allah SWT. (HR Bukhari).  

 

Jamaah yang Berbahagia

Tuntunan Nabi Muhammad SAW jelas, karakter seorang muslim dalam kehidupan masyarakat adalah harus saling menghormati, menebarkan kasih sayang, tidak saling mendzalimi, tidak menghujat dan tidak memusuhi terhadap orang lain. Baik dengan tindakan maupun ucapan. 

 

Menghujat dan memusuhi bukanlah perbuatan muslim, karena jauh dari tuntunan Nabi, merenggangkan persaudaraan sesama muslim, dan mengakibatkan permusuhan. Sebagai seorang muslim, tugas kita adalah menebarkan perdamaian, menebarkan kasih sayang, memupuk persaudaraan, dan menebarkan anti kekerasan.  

 

Bagaimana cara Rasulullah menebarkan kasih sayang pada umatnya? Syekh Syamsuddin Muhammad dalam kitab al-Majalis al-Wa’dziyah Syarah Shahih Bukhari, juz 2 halaman: 50 menjelaskan bahwa Nabi sangat menganjurkan umatnya untuk menebarkan kasih sayang terhadap semua makhluk hidup, baik hewan, tumbuh-tumbuhan, alam, dan manusia. Sayangilah orang bodoh dengan pencerahan ilmu, sayangilah orang hina dengan kemuliaan, sayangilah orang miskin dengan sedekah harta. Juga sayangilah anak-anak dan orang tua dengan cinta kasih, sayangilah pendurhaka dengan kebijaksanaan dakwah, dan sayangilah hewan, tumbuh-tumbuhan, dan alam dengan sikap bijak dan kasih sayang. 

 

Hadirin Rahimakumullah

Mengapa kita perlu menyayangi mereka? Karena orang yang paling dekat dengan rahmat Allah adalah orang paling menyayangi makhluk-Nya. Orang yang senang menebarkan kasih sayang terhadap makhluk Allah, tentu Allah akan memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada orang tersebut. Begitupun sebaliknya, orang yang senang membenci dan menghujat terhadap makhluk Allah, tentu Allah akan membencinya dan menjauhkan rahmat-Nya dari orang tersebut. 

 

Sikap kasih sayang ini tidak hanya diterapkan kepada kawan-kawan (kaum muslimin saja), tetapi  kepada lawanpun senantiasa menunjukkan sikap kasih sayangnya. Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari, juz 4 hlm 175 meriwayatkan sebuah hadits, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menceritakan prilaku para nabi-nabi terdahulu, ketika mereka dilukai oleh para umatnya, Nabi mendoakan:


 اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ 

 

Artinya: Ya Allah, ampunilah umatku, karena mereka tidak tahu. (HR Bukhari) 

 

Kesimpulannya menjadi sangat jelas, Nabi Muhammad SAW bukanlah Nabi yang pembenci, bukan pendendam, penghujat. Bukan Nabi pembohong, pemarah, kaku dan keras.  Namun Nabi Muhammad adalah Nabi yang lemah lembut, fleksibel, mudah, akrab, dan yang mengutamakan kasih sayang kepada umatnya. 

 

جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا  باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ 

 

Khutbah Kedua


 اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ 


Editor:

Khutbah Terbaru