• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Januari 2023

Metropolis

Alasan Anak Muda NU Hendaknya Gabung Pencak Silat 'Pagar Nusa'

Alasan Anak Muda NU Hendaknya Gabung Pencak Silat 'Pagar Nusa'
Lewat Pagar Nusa, anak muda NU tidak semata mendalami dunia pencak silat. (Foto: NOJ/Dtk)
Lewat Pagar Nusa, anak muda NU tidak semata mendalami dunia pencak silat. (Foto: NOJ/Dtk)

Gresik, NU Online Jatim
Anak muda yang gemar bela diri maupun silat dapat mengembangkan minat serta bakat, bahkan prestasi lewat Pagar Nusa (PN). Kalangan milenial bisa menyalurkan kemampuan terbaik dengan bergabung di sini lantaran memiliki banyak manfaat.

 

“Nilai lebih bergabung di PN tidak semata hal di atas, bahkan dapat menjadi benteng ulama dan kiai. Juga menjadi kekuatan dan garda depan dalam menjaga Nahdlatul Ulama,” kata Agil Muhammad Kamal, Jumat (24/7). 

 

Penegasan disampaikan pelatih PN tersebut saat membuka latihan rutin di lapangan Pesantren Al-Karimi, Tebuwung, Dukun. Latihan dibuka kembali setelah dilarang digelar akibat pandemi Covid 19.

 

Pria yang juga Pembina Pagar Nusa mengatakan sengaja mengaktifkan kembali latihan trutin. Apalagi sebagian besar yang ikut adalah santri Pondok Al-Karimi dan sudah kembali ke pondok. 

 

“Pelatihan perdana ini adalah bagian dasar untuk mengembalikan kekuatan fisik. Misalnya lari mengitari lapangan, push-up, scoutjam, melatih tendangan ke depan, dan tendangan putar,” jelasnya.

 

Dikatakan Agil bahwa kegiatan juga memberikan kekuatan imun tubuh apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. "Insyaallah bermanfaat dan sehat,” tegasnya. 

 

Latihan rutin dilaksanakan pada Kamis malam yang diikuti seluruh anggota PN Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dukun. 

 

"Tindak lanjut ke depanya akan ada uji trend aksi panggung sebagia bentuk syiar dengan tetap menjaga aqidah Aswaja an-Nahdliyah,” pungkasnya.

 

Kontributor: Syafik Hoo


Editor:

Metropolis Terbaru