• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Metropolis

Diskusi NUConomic; Saatnya Potensi Warga Disinergikan

Diskusi NUConomic; Saatnya Potensi Warga Disinergikan
Diskusi kemajuan ekonomi di harlah ke-98 NU. Foto: NOJ/PAn)
Diskusi kemajuan ekonomi di harlah ke-98 NU. Foto: NOJ/PAn)

Surabaya, NU Onlie Jatim

Dalam rangkaian acara menuju resepsi puncak hari lahir ke-98 NU, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menghelat forum diskusi ‘Nuconomic’, Ahad (28/02/2021).  

 

Forum diskusi ini diprakarsai Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) JawaTimur. Salah satu tujuannya mensinergikan dan menyatukan perekonomian warga.

 

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Sinergikan Ekonomi Umat’ ini bertempat di Kantor PWNU Jawa Timur dengan menghadirkan beberapa tokoh. Di antaranya Fauzi Priambodo, M Matorurrozaq Ismail. Serta hadir pula secara virtual Andry Dewanto Ketua KPW Pendamping Desa Jatim dan HM Mas’ud Said, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim.

 

Fauzi Priambodo menyampaikan bahwa NUconomic merupakan new Nahdlatul Tujjar yang didesign ulang untuk mensinergikan dan menyatukan ekonomi umat.

 

“Mengilhami dari dawuh Hadratussyaikh KH M Hasyim Asyari dan KH A Wahab Hasbullah bahwa tidak ada yang lebih kuat dari persatuan. Oleh karena itu jika kita bersatu termasuk dalam hl ekonomi, maka kita akan lebih kuat dan akan mengalahkan banyak hal,”  kata Ketua PW LPNU Jatim tersebut.

 

Salah satu prinsip yang harus dilakukan untuk mensinergikan umat menurut ialah keterkaitan merangkai potensi ekonomi mulai dari yang paling kecil.

 

“Dengan kondisi saat ini tameng utama kita ialah UMKM yang merupakan salah satu Sinergi umat yang telah didesign sejak dulu. Gerakan-gerakan ekonomi kecil mereka yang setidak begitu saja namun justru menjadi pahlawan ekonomi bangsa,” ungkapnya.

 

Selanjutnya ia menambahkan bahwa saat ini juga harus bisa memahami dan menyelesaikan kesenjangan ekonomi yang terjadi.

 

“Sekarang banyak toko kecil atau tradisional kalah dengan toko modern. Banyak brand luar negeri yang masuk ke Indonesia mengalahkan produk sendiri, sedangkan kita tidak bermain di sana. Kalau kita tidak bersatu dan bersinergi, maka akan kalah,” jelasnya.

 

Sementara M Matorurrozaq Ismail menyampaikan bagaimana LPNU harus bisa menjadi motor penggerak ekonomi pesantren dan komunitas.

 

“Perekonomian apabila tidak dikelola dengan bagus terkait sistem dan pemasarannya, maka tidak berkembang. Namun jika bisa dikembangkan lembaga yang paham terkait digitalisasi, inovasi dan pemasaran, maka akan semakin berkembang,” jelas bendahara PWNU Jatim ini..

 

Penulis: Mohmmad Haris

Editor: Syaifullah


Editor:

Metropolis Terbaru