• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Januari 2023

Metropolis

Peringati Harlah, MWCNU Sukodono Sidoarjo Diingatkan Kiprah Pendahulu

Peringati Harlah, MWCNU Sukodono Sidoarjo Diingatkan Kiprah Pendahulu
Pembacaan tahlil dan kirim doa untuk ahli kubur dan masyayikh NU di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. (Foto: NOJ/Yuli R)
Pembacaan tahlil dan kirim doa untuk ahli kubur dan masyayikh NU di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. (Foto: NOJ/Yuli R)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Puncak peringatan hari lahir (Harlah) ke-97 Nahdlatul Ulama ke-97 dan haul akbar masyayikh Sukodono digelar di halaman kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukodono, Sidoarjo, Selasa (10/3).

 

Diawali dengan khatmil Qur’an oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Jam’iyatul Qurro’ wal Huffadh (Jamqur) di pagi harinya, bakda Maghrib dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan kirim doa untuk ahli kubur serta para masyayikh NU di Kecamatan Sukodono.

 

Berikutnya mauidlatul hasanah oleh KH Solihin Yusuf sebagai puncak acara haul akbar.
Hadrah Kodim 0816 Kabupaten Sidoarjo turut berpartisipasi dan memeriahkan acara haul  dengan melantunkan shalawat Nabi dan Ya Lal Wathan. Penampilan tersebut berhasil memukau jamaah dan tamu undangan.

 

Tampak hadir dalam acara haul tersebut Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Sukodono.
Tidak ketinggalan MWCNU beserta badan otonom (Banom) dan lembaga, Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Sukodono beserta banom, dan tamu undangan. 

 

Wakil Rais MWCNU Sukodono, KH Ainul Yaqin dalam sambutannya mengajak jamaah berkirim doa untuk para masyayikh yang telah berjasa dalam memperjuangkan NU.

 

“Mari kita contoh perilaku para muassis NU, para kiai, manut dengan satu komando dari para kiai NU. Saya mengajak seluruh jamaah membacakan Fatihah untuk pejuang-pejuang NU di Sukodono karena dengan jerih payah mereka NU berkembang dengan baik,” tutur Kiai Ainul Yaqin.

 

Disampaikan, pejuang NU di Sukodono di antaranya KH Syafi’i, KH Abdul Manaf, KH Zaenal Abidin, KH Baidlowi, KH Maksum, KH Malik Azis, H Mus Mualim Syarif. Yang perlu mendapat perhatian adalah sosok H Hasan yang mewakafkan tanahnya untuk kantor MWCNU Sukodono.

 

“Dan untuk semua pejuang NU di Sukodono yang belum tercatat di sini semoga perjuangannya diterima oleh Allah seperti jihad fi sabilillah, semua kesalahannya diampuni, serta mendapatkan tempat yang sangat mulia di sisi Allah SWT,” ucapnya.

 

KH Solihin Yusuf dalam mauidlahnya berharap semua jamaah untuk memantapkan diri menjadi Nahdliyin atau warga NU.

 

“Saya bukan pengurus struktural, tapi kultural dan mantab ikut NU, sampai persyaratan untuk menjadi menantu saya harus NU,” kata Kiai Solihin memberikan contoh dirinya.
Kiai Solihin mengingatkan para jamaah untuk tidak memanfaatkan NU demi urusan duniawi.

 

“Jangan gara-gara urusan duniawi panjenengan masuk ke NU, karena urusan duniawi itu adalah hal yang sepele dan kecil. Sebaliknya mari kita peduli terhadap NU,” pesannya.

 

Di akhir paparan dirinya mengajak ikhlas dan berani berkorban, semata ikut NU untuk mendapatkan ridha Allah.

 

“Bukan karena materi dan semoga doa KH Hasyim Asy’ari terkabulkan agar hidup kita akan berkah dan dapat pertolongan dari Allah, serta husnul khatimah,” pungkasnya. 

 

Kontributor: Yuli Riyanto
Editor: Syaifullah


Editor:

Metropolis Terbaru