• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Metropolis

Pesantren Tebuireng Bentuk Gugas Pastikan Patuhi Protokol Kesehatan

Pesantren Tebuireng Bentuk Gugas Pastikan Patuhi Protokol Kesehatan
Pintu utama Pesantren Tebuireng Jombang. (Foto: NOJ/JJ)
Pintu utama Pesantren Tebuireng Jombang. (Foto: NOJ/JJ)

 Jombang, NU Online Jatim
Menyongsong kebijakan normal baru, Pesantren Tebuireng Jombang tengah bersiap dengan membentuk Gugus Tugas (Gugas) Pesantren Tangguh guna memastikan kesiapan seluruh elemen dalam memenuhi protokol kesehatan. Hal tersebut demi memastikan faktor kesehatan dan keselamatan santri sebagai pertimbangan utama.

 

Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim (Gus Kikin) memaparkan data mengenai persiapan Pesantren Tebuireng dalam menyongsong normal baru di hadapan Gubernur dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, Selasa (16/6) siang. Dalam kunjungan tersebut, gubernur didampingi jajaran Forkopimda Jatim dan Forkompimda Jombang.

 

Menurut Gus Kikin, tidak semua santri yang direncanakan akan kembali ke pondok. Tapi hanya santri kelas akhir, baik dari jenjang MTs/SMP maupun MA/SMA, dengan jumlah total 976 santri. 

 

"Kebijakan khusus juga akan diberlakukan untuk santri yang berada di daerah seperti Surabaya dan Sidoarjo," tegas penerus almarhum KH Salahuddin Wahid ini.

 

Berdasarkan data yang ada, sebagian besar santri Tebuireng memang dari Jawa Timur. Jumlahnya mencapai 59,8% dari total 3.681 santri mukim. Disusul Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan Kalimantan Timur. Untuk itu, lanjut Gus Kikin, Tebuireng akan terus melakukan kajian dan evaluasi karena kondisi di lapangan yang terus dinamis. 

 

"Setelah datang, santri akan kita isolasi 14 hari di tempat khusus yang telah disediakan. Yakni di gedung Universitas Hasyim Asy'ari dan Ma'had Aly. Setelah 10 hari isolasi, akan kami adakan rapid tes," ungkap Gus Kikin.

 

Wali santri yang mengantar, lanjut Gus Kikin, hanya akan sampai di parkir kawasan makam Gus Dur dan tidak diperkenankan memasuki area Pesantren Tebuireng.

 

"Nanti masuknya lewat pintu di belakang pondok. Jadi nanti santri masuk tidak didampingi wali santri," jelasnya.

 

Gus Kikin menyebut, dari hasil serap aspirasi, sebanyak 65 persen wali santri setuju putra-putrinya kembali ke pesantren. Namun, pertimbangan soal waktu kapan santri akan mulai masuk pesantren, masih akan terus dievaluasi dengan melihat perkembangan situasi. 

 

"Kami juga akan siapkan Puskestren sebagai tempat perawatan kesehatan. Saat santri sudah kembali ke pondok, akan diberlakukan aturan-aturan ketat, untuk memenuhi protokol kesehatan," tegas putra ahli falak ternama, KH Mahfudz Anwar ini. 

 

Sementara itu, juru bicara Gugas Pesantren Tebuireng Nur Hidayat mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan bahwa kegiatan belajar mengajar di Pesantren Tebuireng akan dimulai pada 20 Juni 2020.

 

"Tanggal itu merujuk pada kalender akademik yang telah disusun sejak setengah tahun lalu. Jauh sebelum pemerintah mengumumkan adanya kasus infeksi Covid 19 di Indonesia," jelasnya.

 

Jadi, kata Hidayat, jadwal itu sama dengan pemerintah mengumumkan awal tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2020.

 

"Soal apakah proses pembelajarannya secara tatap muka atau daring, belum diputuskan. Prioritas kami, sesuai arahan pengasuh, adalah menyiapkan segala hal untuk memastikan kesehatan dan keselamatan santri terjaga," imbuh pria kelahiran Mojokerto ini.

 

Saat ini, Gugas Pesantren Tebuireng sedang melakukan asesmen dan evaluasi terkait kesiapan seluruh elemen dalam upaya memenuhi protokol kesehatan.

 

"Mulai dari sarana pembelajaran, kapasitas asrama, pengelolaan jasa boga, hingga aspek sanitasi dan fasilitas kesehatan. Adapun kapan jadwal santri akan kembali ke pesantren, akan diinformasikan lebih lanjut," pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah
 


Editor:

Metropolis Terbaru