• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Pendidikan

Dokter RSI Unisma Suntikkan Vaksin Perdana untuk Kiai NU

Dokter RSI Unisma Suntikkan Vaksin Perdana untuk Kiai NU
dr Tri Wahyu Sarwiyata saat menyuntik vaksin untuk KH Anwar Manshur. (Foto: NOJ/YT)
dr Tri Wahyu Sarwiyata saat menyuntik vaksin untuk KH Anwar Manshur. (Foto: NOJ/YT)

Surabaya, NU Online Jatim

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur usai menggelar vaksinasi Covid-19 untuk 98 kiai NU Jawa Timur pada Selasa (23/02/2021). Kegitan ini tidak lepas dari dukungan para tenaga kesehatan yaitu Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma). dr Tri Wahyu Sarwiyata, dokter RSI Unisma berkesempatan menyuntikkan vaksin pertama untuk kiai yang diberikan kepada KH Anwar Manshur, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur.

 

Dokter Wahyu mengatakan, bahwa vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengenalkan virus kepada tubuh yang divaksin.

 

“Pengenalan itu dilakukan dengan menyuntikkan virus yang sudah mati. Setelah itu, tubuh akan mengenali virusnya kemudian memproduksi antibodynya. Sehingga harapannya, jika tubuh sudah memproduksi antibody untuk virus Covid-19, maka seseorang yang sudah divaksinasi maka mereka akan tahan atau relatif siap menghadapi jika ada virus yang masuk dalam tubuhnya,” katanya.

 

Dirinya menambahkan bahwa sampai hari ini, vaksinasi yang sudah dilakukan ke sejumlah orang di Indonesia belum ada yang mengalami gejala yang mengkhawatirkan.

 

“Hingga saat ini, belum ada yang mengalami gejala sedang hingga berat. Yang ada hanya gejala ringan, itu pun hanya 5 hingga 10 persen, gejala yang dirasakan adalah rasa nyeri di anggota tubuh yang disuntik. Beberapa juga ada yang meriang namun hanya sebentar. Di luar itu tidak ada gejala yang mengkhawatirkan,” tambahnya.

 

Kendati demikian, memang secara teori ada kemungkinan-kemungkinan efek samping yang lain.

 

“Oleh karena itu kami akan memantau sesuai dengan protokol dari Kementerian Kesehatan RI, yaitu harus ada observasi selama 30 menit hingga satu jam,” terangnya.

 

Dokter yang juga Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Jawa Timur ini juga mengimbau kepada masyarakat yang sudah divaksin agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

“Seseorang yang sudah divaksin tetap harus mematuhi protokol kesehatan, karena tubuh perlu waktu untuk mengenali dan memproduksi zat anti dari virus tersebut. Kemudian jangan melakukan aktivitas yang melelahkan, karena tubuh sedang membutuhkan resource untuk membentuk antibody. Serta mengkonsumsi makanan yang bergizi agar pembentukan antibody bisa lebih maksimal,” pungkasnya.


Pendidikan Terbaru