• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 29 November 2022

Tapal Kuda

Cerita Mbah Wahab Bikin Nama Ishari, Lempar Terbang di Ka'bah

Cerita Mbah Wahab Bikin Nama Ishari, Lempar Terbang di Ka'bah
Seminar tentang Ishari oleh IPNU-IPPNU Bangil, Pasuruan. (Foto: NOJ/Mokhamad Faisol)
Seminar tentang Ishari oleh IPNU-IPPNU Bangil, Pasuruan. (Foto: NOJ/Mokhamad Faisol)

Pasuruan, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPNU-IPPNU) Bangil, Kabupaten Pasuruan, menggelar seminar budaya Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia atau Ishari di pendopo kecamatan setempat, Ahad (20/02/2022). Di situ peserta dikisahkan saat KH Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab beristikharah nama Ishari di depan Ka'bah, dengan melemparkan alat musik terbang di dekat Ka'bah.


Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Harlah ke-99 NU. A Nuaim Abud, Sekretaris Pengurus Wilayah Ishari Jawa Timur, mengatakan bahwa kesenian hadrah yang didirikan oleh KH Abdurrahim dari Pasuruan. Dahulu, jamaah ini beranggotakan ribuan orang bernama Jamaah Terbang Abdurrohim.


"Dulu namanya bukan Ishari tetapi jama'ah terbang Abdurrohim," ujar Nuaim.


Saat perang kemerdekaan, Jamaah Terbang Abdurrohim berkumpul membaca Maulid Diba’ dan Shalawat Barzanji untuk membentengi dan mempersatukan orang Islam untuk melakukan pergerakan kemerdekaan.


"tujuannya untuk perlawanan budaya terhadap paham komunisme, dilakukan oleh para ulama sekaligus untuk membentengi masyarakat," jelas Nuaim.


Pada tahun 1959, Mbah Wahab kemudian mengubah nama Jamaah Terbang Abdurrohim menjadi nama Ishari. "Untuk mempersatukan jamaah dan jam'iyah Abdurrohim, KH Wahab Chasbullah memberikan nama Ishari," tandasnya.


Menurut Nuaim, nama tersebut diistikharai oleh Mbah Wahab hingga ke Makkah. Di Tanah Suci, salah satu pendiri NU itu beristikharah sambil membawa terbang dan pada saat berdoa melemparkan terbang ke depan Ka'bah.


"Gusti, kulo badhe dhmel jam'iyah shalawat namanya Ishari, kalau jenegan ridla terbang ini jenengan unekno teng dukure Ka'bah, dan seketika itu terbang bunyi di atas Ka'bah (Ya Allah saya mau membuat jam'iyah shalawat namanya Ishari, jika Engkau menyetujui, bunyikan suara terbang di atasnya Ka'bah)," cerita Nuaim proses penamaan Ishari oleh Mbah Wahab di Makkah.


Dia menjelaskan, ada tiga amalan di Ishari, yaitu shalawat, pukulan terbang, dan roddad. "Filosofi pukulan terbang Ishari ada dua, yakni hu dan Allah. Pada pukulan yahum atau ya-hu-wa,  filosofinya adalah mengucapkan kalimat Lailaaha illallah," jelas Nuaim.


Bahkan, gerakan tarian roddadnya dengan anggukan kepala dan gerakan badannya telah baku yang mengilustrasikan penulisan lafadh Allah Jalalah maupun gerakan tarian tangan yang mengilustrasikan penulisan lafadz Muhammad.


"Karena shalawat hadrah Ishari adalah bagian dari amaliyah thariqah yang hanya bisa dirasakan keindahan dan kenikmatannya ketika sudah ikut terjun dalam pembacaan shalawat dan mengikuti gerakan tarian roddadnya," ucapnya.


Tapal Kuda Terbaru