• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Januari 2023

Tapal Kuda

Innalillahi, Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, KH Moh Romzi Al-Amiri Wafat

Innalillahi, Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, KH Moh Romzi Al-Amiri Wafat
Almarhum KH Moh Romzi Al-Amiri. (Foto: NOJ/MS)
Almarhum KH Moh Romzi Al-Amiri. (Foto: NOJ/MS)

Probolinggo, NU Online Jatim

Hari ini, Rabu (7/10/2020), Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, yakni KH Moh Romzi Al-Amiri Mannan meninggal dunia. Sekitar pukul 09.27 WIB, nyawanya tidak tertolong setelah dirawat di rumah sakit di daerah Dringu, Wonolangan, Kabupaten Probolinggo.

 

Hingga berita dibuat, kediamannya di wilayah al-Amiri (J) dipenuhi warga dan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid. Di sisi lain, para santri terus menggaungkan bacaan tahlil di mushalla Al-Amiri.

 

Di antara keluarga dhalem yang turut hadir pula ialah KH Zuhri selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Abd Hamid yakni kepala pesantren), Lora Fahmi, Lora Fakhri, Lora Sholah, Lora Maimun, Kiai Zaki dan lain-lain.

 

Dengan seketika, banyak mengalir ucapan duka dan bela sungkawa dari berbagai pihak. Ini menunjukkan bahwasanya almarhum memang dicintai oleh banyak kalangan. Di usianya yang ke 52 tahun, selain telah banyak karya yang telah dihasilkan, juga tak sedikit pula santri berkat didikannya sehingga menjadi orang bermanfaat dan berkah.

 

 

Muhammad Al-Fayyadl Mulai di status Facebooknya merasa sangat kehilangan. Dalam pandangan dosen Universitas Nurul Jadid tersebut, almarhum adalah sosok yang lengkap.

 

"Sekarang, kami tidak bisa mendengar lagi joke-joke segarmu di acara kawinan atau obrolan santai," kata Ra Fayyad, sapaan akrabnya.

 

Kendati demikian periang, namun sosok almarhum adalah pribadi yang tekun belajar hingga akhir hayat. hal tersebut disampaikan dengan kalimat berikutnya.

 

"Engkau yang di balik itu semua, tetaplah orang yang sangat serius dalam belajar (muthala'ah), mengajar dan menulis (hingga 40 judul kitab dan buku yang engkau tulis). Permata Fiqh pesantren Nurul Jadid, murid kesayangan Mbah Moen, itu telah pergi dengan tersenyum. Allah merahmatimu, paman, insya Allah," tutupnya.

 

Editor: Syaifullah


Editor:

Tapal Kuda Terbaru