• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Keislaman

Berangkat ke Masjid, Jangan Lupa Membaca Doa Ini

Berangkat ke Masjid, Jangan Lupa Membaca Doa Ini
Tampak sejumlah jamaah yang akan masuk masjid (Foto:NOJ/islami.co)
Tampak sejumlah jamaah yang akan masuk masjid (Foto:NOJ/islami.co)

Masjid adalah tempat beribadah umat Islam, bahkan tempat untuk menjalin silaturahim, belajar agama, dan berkumpulnya masyarakat. Secara kebahasaan masjid juga diartikan sebagai tempat sujud, sehingga diperlukan sejumlah etika ketika memasuki dan keluar masjid.


Salah satu etika yang perlu diperhatikan adalah membaca doa masuk dan keluar masjid, karena dengan membaca doa, setidaknya telah menjaga etika dan memuliakan masjid. Masjid bisa jadi lumbung kebaikan dan ampunan bagi mereka yang memasukinya. Sebaliknya, masjid juga bisa menyumbangkan dosa bagi mereka yang melanggar etika di masjid, seperti menggunjing, menyebarkan kebencian dan kemungkaran lainnya di masjid.


Ketika berangkat menuju masjid, maka dianjurkan membaca doa seperti dalam riwayat berikut: 


 مَنْ قَالَ إِذَا خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِيْنَ عَلَيْكَ وَبِحَقِّ مَمْشَايَ هٰذَا فَإِنِّيْ لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً، خَرَجْتُ اتِّقَاءَ سَخَطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُنْقِذَنِيْ مِنَ النَّارِ وَتَغْفِرَ لِيْ ذُنُوْبِيْ إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ، أَقْبَلَ اللهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ  وَاسْتَغْفَرَ لَهُ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ


Artinya: Barangsiapa yang keluar dari rumah untuk melakukan shalat di masjid kemudian ia berdoa: “Allahumma inni as’aluka bi haqqissailin ‘alaika wa bi haqqi mamsyaya hadza fainni lam akhruj asyaron wa la batoron wa la riya’an wa la sum’atan, khorojtu ittiqo’a sakhotika wabtigho’a mardlotika, fa as’aluka an tunqidzani minannar wa taghfiro li dzunubi innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta”, maka Allah akan meridloinya dan tujuh puluh ribu malaikat memintakan ampunan untuknya. (HR. Tabrani, Ahmad, Ibn Majah).


Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menyebutkan bahwa doa yang dibaca saat masuk masjid adalah: 


أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ


Sedangkan dalam sejumlah redaksi lain doanya didahului ta’awwudz:


أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ 


A‘ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba rahmatik.


Artinya: Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Ya Allah, berilah shalawat dan sejahtera atas Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah. ampuni segala dosaku. Bukalah bagiku segala pintu rahmat-Mu, (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus)


Setelah melakukan sejumlah kegiatan seperti tahiyyatul masjid, i'tikaf, dzikir, membaca al-quran dan akan keluar dari masjid, maka dianjurkan untuk melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu seraya membaca doa. Berikut ini adalah doa yang sebaiknya dibaca saat keluar dari masjid:


 أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ


A‘ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba fadhlik. 


Artinya: Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Ya Allah, berilah shalawat dan sejahtera atas Nabi Muhammad dan atas keluarganya. Ya Allah, ampuni segala dosaku. Bukalah bagiku segala pintu kemurahan-Mu, (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta)


Jika ingin meringkas doa masuk dan keluar masjid, maka bisa mengikuti pendapat Imam Syaukani dalam kitab Nailul Authar yang menyebutkan riwayat dari Fatimah: 


كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وآلِه وسلَّم إذا دخل المسجدَ قال بِسْمِ اللهِ والسلامُ على رسولِ اللهِ اللهم اغفِرْ لي ذنوبي وافتحْ لي أبوابَ رحمتِك وإذا خرج قال بِسْمِ اللهِ والسلامُ على رسولِ اللهِ اللهم اغفِرْ لي ذنوبي وافتحْ لي أبوابَ فَضْلِكَ


Artinya: Ketika Rasulullah akan masuk masjid, maka membaca: bismillah wassalamu ala Rasulillah Allahumma ighfirli dzunubi waftah li abwaba rahmatik. Ketika akan keluar Rasulullah membaca: bismillah wassalamu ala Rasulillah, Allahumma ighfirli dzunubi waftah li abwaba fadlik (Nailul Autar)


Walhasil, tujuan utama dari disunnahkannya membaca doa-doa ini adalah agar Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan anugerah serta menjaga kita dari godaan setan, baik ketika masuk dan keluar masjid. Sehingga selama berada di dalam masjid bisa khusyuk dan konsentrasi beribadah kepada Allah. Begitupula ketika keluar dari masjid bisa terjaga dari perbuatan buruk dan dilindungi dari godaan setan.


Editor:

Keislaman Terbaru