• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 30 September 2022

Matraman

Bupati Madiun Apresiasi NU Wonoasri Luncurkan Gerakan Ketahanan Pangan

Bupati Madiun Apresiasi NU Wonoasri Luncurkan Gerakan Ketahanan Pangan
Bupati Madiun, H Ahmad Dawami di hadapan sejumlah insan media. (Foto: NOJ/Kom)
Bupati Madiun, H Ahmad Dawami di hadapan sejumlah insan media. (Foto: NOJ/Kom)

Madiun, NU Online Jatim 

Apa yang dilakukan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (WMCNU) Wonoasri, Kabupaten Madiun ini layak diapresiasi dan ditiru kawasan lain. Karena saat pandemi Covid-19 meluncurkan gerakan ketahanan pangan. 

Para fungsionaris NU di tingkat kecamatan tersebut mengajak masyarakat dan jamaah menanam umbi talas sebagai cadangan makanan mengingat belum ada yang mengetahui dan memastikan kapan berakhirnya virus Corona.

 

Peluncuran gerakan ketahanan pangan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Basmallah, dilakukan Bupati Madiun, H Ahmad Dawami. Tampak menyaksikan, pengasuh pesantren, KH Abdul Khodir, para Ketua MWCNU se-Karesidenan Madiun, dan Muspika Wonoasri, Rabu (8/7).

 

Bupati dalam sambutannya mengaku bersyukur karena sudah lama mengharapkan ketahanan pangan di Kabupaten Madiun, dan hari ini gerakan itu baru terealisasi. 

 

“Sejak awal, saya sadar terhadap bahaya maupun dampak Covid-19, yakni selain kesehatan pasti merembet pada dampak ekonomi,” katanya saat sambutan. 

 

Karenanya pada 5 Maret, bupati langsung membentuk tim untuk menangani Covid-19, bahkan saat itu dinas terkait belum tahu tugas tim yang dibentuknya itu. Namun setelah beberapa hari kemudian, mereka baru tahu dan langsung membantu Tim Satgas Penanggulangan Covid- 19.

 

Bupati Dawami memiliki dua target untuk menghadapi pandemi yaitu keselamatan dari sisi kesehatan dan ekonomi. Maka, dirinya mengapresiasi langkah yang diambil MWCNU Wonoasri dengan gerakan ketahanan pangan karena ini bagian dari tagert keduanya.

 

“Hingga kini di Kabupaten Madiun masih ada tiga pasien covid yang dirawat. Dan diharapkan jumlah itu tidak bertambah lagi, dan semoga para pasien cepat sembuh,” harapnya.

 

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Madiun, KH Nurcholis mengaku ide gerakan ketahanan pangan dengan cara menanam umbi talas sudah melalui doa dan keprihatinan sehingga datang isyarah dari Allah. 

 

Menariknya, peluncuran gerakan ketahanan pangan oleh MWCNU Wonoasri ini direspons nasional. Karena selain umbinya, batang dan daunnya juga bisa dikonsumsi. 

 

”Semua harus menanam (talas) agar ketahanan pangan di Kabupaten Madiun aman. Kalau mengandalkan BLT, pasti ada batasnya. NU harus sumbangsih pikiran dan tenaga untuk negeri ini,” ujar KH Nurcholis.

 

Sementara itu, Ketua MWCNU Wonoasri menjelaskan kenapa tanaman talas yang ditanam. Karena selain mudah ditanam, juga tahan terhadap hama. 

 

”Petani jaman dulu sering menanamnya dan kini mulai langka sehingga MWCNU mengajak masyarakat menanam talas yang kaya akan karbohidrat ini,” tegasnya.

 

Diambil dari: https://www.harianbhirawa.co.id/bupati-madiun-launching-gerakan-ketahanan-pangan-di-wmc-nu-wonoasri/

 

Editor: Syaifullah


Editor:

Matraman Terbaru