• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 19 Januari 2022

Metropolis

Cerita Jokowi Ingin Gus Reza Ngaji Lama

Cerita Jokowi Ingin Gus Reza Ngaji Lama
KH Reza Ahmad Zahid
KH Reza Ahmad Zahid

Sidoarjo, NU Online Jatim

Jatim Bersholawat menyemarakkan Hari Jadi ke-76 Provinsi Jawa Timur dan Hari Jadi ke-111 Pemerintah Kabupaten Jombang serta Hari Santri Nasional 2021.

 

Acara yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten Jombang ini dihadiri Hj Khofifah Indar Parawansa Gubenur Jatim, Hj Mundjidah Wahab Bupati Jombang, dan Syaifullah Yusuf Walikota Pasuruan.

 

Selain itu hadir pula KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim. Serta Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf hadir melalui virtual dari Solo.

 

Mengawali sambutannya, Hj Khofifah menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ingin Gus Reza mengisi pengajian lebih panjang.

 

“Tadi sore Pak Presiden dan Pratikno bilang ke saya. Mbak Khofifah tolong kalau bisa ngajinya Gus Reza diperpanjang. Karena kedalaman ilmu dan kesejukan Gus Reza,“ kata Khofifah menyampaikan pesan Jokowi.

 

Khofifah lalu menceritakan bahwa sejak dirinya diberi amanah memimpin Jawa Timur setiap acara selalu diawali dengan membaca shalawat langsung, tidak memakai kaset. Jika sehari lima kali acara, maka lima kali bershalawat sambil santunan anak yatim.

 

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menceritakan ketika Jokowi ditanya Joe Biden Presiden Amerika. Apa yang membuat kasus Covid-19 di Indonesia cepat sekali turun. Jokowi menjawab a, b, c, d. “Lalu saya menambahi ‘doa bapak’,” kata Khofifah.

 

Ia melanjutkan, doa di Jawa Timur istiqamah dan massif. Di antara provinsi se Indonesia yang masuk level 1 asesmen Kemenkes pertama adalah Jatim. Di Jawa Timur, 32 dari 38 Kabupaten/Kota masuk level 1.

 

 

“Ini karena Jatim selain bekerja keras menangani pandemi juga disertai doa, shalawat, burdah,” tutup gubenur yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU tersebut

 

Penulis: Boy Ardiansyah


Editor:

Metropolis Terbaru