• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Metropolis

Manaqib Muassis Dikisahkan Saat Haul KH Hasyim Asy’ari dan KH Ridwan Abdullah

Manaqib Muassis Dikisahkan Saat Haul KH Hasyim Asy’ari dan KH Ridwan Abdullah
Suasana Peringatan Haul Hadrotus Syaikh KH Hasyim Asy’ari ke 76 dan KH Ridwan Abdullah ke 59 di Aula Gedung Hoofdbestuur PCNU Surabaya. (Foto: NOJ/Hisam)
Suasana Peringatan Haul Hadrotus Syaikh KH Hasyim Asy’ari ke 76 dan KH Ridwan Abdullah ke 59 di Aula Gedung Hoofdbestuur PCNU Surabaya. (Foto: NOJ/Hisam)

Surabaya, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menggelar majelis virtual Haul Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari ke-76 dan KH Ridwan Abdullah ke-59 pada Jum’at (23/04/2021). Kegiatan ini disiarkan secara langsung dari Aula Gedung Hoofdbestuur PCNU Kota Surabaya.

 

Haul dua muassis NU ini diadakan secara luring di Aula PCNU secara terbatas dan melalui virtual yang diikuti oleh seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-kota Surabaya.

 

“Kita tadi sudah melaksanakan tahlil dalam rangka memperingati haulnya mbah Ridwan Abdullah dan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang wafat pada bulan Ramadlan,” kata Ahmad Muhibbin Zuhri selaku Ketua PCNU Kota Surabaya.

 

Dirinya berharap, haul ini dapat memberikan kemudahan kepada para penerus perjuangan NU.

 

"Mudah-mudahan kita yang melanjutkan perjuangan-perjuangan para muassis senantiasa diberikan oleh Allah SWT kekuatan, taufik dan hidayahnya sehingga betul-betul dapat melanjutkan apa yang menjadi cita-cita para muassis NU," harapnya.

 

Menurutnya peringatan ini sesuai dengan sunnah baginda Nabi Muhammad SAW, di mana setiap tahun menyelanggarakan haul dengan menyembelih kambing kemudian mengungkapkan cerita-cerita kebaikan tentang istrinya yaitu Siti Khadijah al-kubro.

 

“Dan itu yang menjadi acuan para ulama Ahlussnannah wal Jamaah untuk melaksanakan haul para masyayikh sehingga kiranya kurang lengkap apabila di dalam haul sore hari ini jika tidak ada manaqib cerita-cerita keluhuran budi perjuangan-perjuangan para masyayikh yang kita peringati,” tambahnya.

 

KH Imam Ghozali Said, Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya menjelaskan cerita dari ayahnya betapa banyak yang ingin bertemu dengan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada waktu itu namun tidak semua bisa melihatnya.

 

“Jadi apabila orang yang ingin bertemu Hadratussyaikh itu memiliki niat buruk maka ketika sampai di Pondok Pesantren Tebuireng seolah-olah terhalang sehingga hanya lewat saja. Tetapi kalau niatnya baik maka bisa berjumpa,” ucap guru besar bidang sejarah pemikiran Islam klasik Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

 

Selain itu KH Sholahuddin Azmi yang merupakan cucu KH Ridwan Abdullah juga menyampaikan salah satu sejarah yang beredar menurutnya yang tidak benar.

 

“Bahwa yang ada di dalam cerita-cerita mbah Ridwan diminta membuat simbol NU oleh Mbah wahhab itu tidak benar. Yang benar adalah menjelang muktamar kedua Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari meminta langsung kepada mbah Ridwan agar membuat simbol atau yang sekarang dikenal dengan logo NU,” jelas Gus Udin yang juga merupakan Wakil Ketua PCNU Kota Surabaya.

 

Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru